• Kam. Jun 18th, 2026

Teti Rohatiningsih Beri Solusi Bagi Petani Cilacap

Teti Rohatiningsih dalam sebuah kesempatan panen padi bersama petani. Teti beri solusi jitu atas kesulitan pupuk subsidi yang tengah dialami petani Cilacap dan Banyumas. (doc)

CILACAP – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih beri solusi jitu mengatasi kesulitan para petani. Solusi tersebut sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh seluruh petani di Cilacap.

Petani di Cilacap mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Hingga mereka mengaku tidak bisa maksimal selama masa tanam padi. Baik masa tanam 1 maupun 2. Alhasil, produksi gabah menurun drastis.

Atas keluhan ini, Teti Rohatiningsih beri solusi jitu kepada para petani. Dia mengajak petani untuk mulai beralih ke pupuk organik yang jauh lebih terjangkau.

Menurutnya, tahap awal petani harus dilatih terlebih dahulu untuk bisa membuat pupuk organik. Dia bahkan menargetkan, pelatihan seperti ini harus lebih banyak agar memberikan edukasi dan cara pembuatan pupuk organik bagi para petani.

“Ke depan kita harus perbanyak pelatihan pupuk organik bagi anggota gapoktan (gabungan kelompok tani),” kata Teti Rohatiningsih usai Bintek bertajuk Kebijakan Bantuan Pemerintah, Rabu (18/10/2023) di Cilacap.

Dia mengatakan, pupuk organik ini memberi banyak manfaat. Pertama karena bahan baku mudah dan dekat dengan lingkungan petani. Kedua, produk pertanian menjadi lebih sehat karena minim bahan kimia.

“Bahan baku kan ada di sekitar kita dan sangat ramah lingkungan,” katanya.

Teti Rohatiningsih mengakui, beberapa ada kendala di tahap awal penggunaan pupuk organik. Yakni produksi turun. Ini terjadi karena tahap awal pupuk organik mengembalikan kesuburan lahan.

“Ini bisa tetap kita atasi dengan mengkombinasikan pupuk kimia dan organik di tahap awal. Tapi setelah kesuburan lahan kembali, cukup dengan pupuk organik,” katanya.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik ini sangat tepat bagi petani. Ini mengingat subsidi pupuk juga terbatas. Petani hanya bisa membeli pupuk subsidi untuk lahan seluas 2 ha.

“Di luar itu, harus beli pupuk non subsidi. Tentu ini mahal. Ini bisa kita atasi dengan menggunakan pupuk organik,” tegasnya. (*)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *