News  

Prabowo Tak Ingin Pidato Didengar dan Minta Maaf ke Wartawan Saat Retreat Ketua DPRD

Presiden Prabowo saat memberikan arahan bagi Ketua DPRD yang tengah mengikuti retrat di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026). Prabowo meminta wartawan keluar dan tidak mengutip pidatonya. (doc/setneg)

MAGELANG – Untuk kesekian kalinya, Presiden Prabowo meminta wartawan untuk keluar dari lokasi kegiatan dan tidak mengutip statemennya. Ini terjadi saat dia memberikan arahan kepada Ketua DPRD se Indonesia, yang tengah mengikuti retreat di Magelang, Sabtu (18/4/2025).

Prabowo lalu meminta maaf kepada wartawan. Karena hal yang akan dia sampaikan, terkait masalah isu global. Usai pernyataan presiden ini, siaran live di akun youtube Sekretariat Presiden, langsung terhenti. Operator lalu memutus pidato presiden, dan menggantinya dengan video singkat.

“Maaf ya wartawan. Karena ini ada masalah di dunia sekarang,” ujarnya seperti dalam tayangan live di youtube Sekretariat Presiden.

Prabowo sebelumnya menyebut, sudah mendapat saran dari beberapa staf agar dia tidak perlu hadir ke acara ini. Meski demikian, dia memutuskan untuk tetap datang dan memberikan arahan secara langsung.

Retreat bagi seluruh Ketua DPRD ini, melibatkan 503 orang. Masing-masing Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Gubernur Lemhanas, TB Ace Hasan Syadzili mengatakan, retreat bagi seluruh Ketua DPRD sudah berlangsung selama 5 hari dan akan berakhir 19 April 2026. Peserta telah menerima materi dari sejumlah menteri dan kepala lembaga. Demikian juga pemateri dari Lemhanas.

Dia mengatakan, Ketua DPRD merupakan representasi pemerintah daerah yang ikut menentukan arah pembangunan di daerah. Hingga mereka harus punya kesamaan visi dengan presiden.

“Kepala daerah ini memilik peran strategis dan fundamental dalam mengambil kebijakan di daerah. Hingga diharapkan, bisa selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo,” kata Hasan Syadzili. (*)