Penghuni Huntara di Cilacap Mulai Buka Usaha Secara Mandiri

Salah satu penghuni huntara di Cilacap, membuka warung kelontong. BPBD Cilacap menilai, ekonomi warga korban longsor yang menghuni huntara mulai tumbuh. BPBD juga menyiapkan program usaha bagi korban tanah longsor di Desa Cibeunying tersebut. (bercahayanews.com)

CILACAP – Perekonomian warga penghuni hunian sementara atau huntara korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, mulai tumbuh. Sejumlah warga kini membuka warung dan menjalankan usaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah direlokasi ke huntara.

Kepala BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan geliat ekonomi warga mulai terlihat dari berbagai usaha kecil. Mereka menjalankan uaha secara mandiri.

“Kalau saya lihat memang sudah mulai menggeliat. Warga sudah mulai berusaha dengan kemampuannya masing-masing dan dengan potensi yang ada,” ujar Taryo.

Menurutnya, sebagian warga memanfaatkan kawasan huntara untuk membuka warung dan usaha kecil lainnya. Selain itu, warga juga masih menjalankan pekerjaan lama seperti bertani dan usaha lain. Usaha seperti ini sudah mereka lakukan di tempat asal mereka.

Melihat perkembangan tersebut, BPBD Cilacap menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga huntara. Program itu melalui pelatihan keterampilan dengan melibatkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Kita nanti mungkin kerja sama dengan perusahaan lewat CSR terkait pelatihan-pelatihan bagi warga masyarakat di huntara ini. Seningga bisa meningkatkan perekonomian warga,” kata Taryo.

Taryo menambahkan, BPBD Cilacap saat ini sudah menjalin komunikasi informal dengan sejumlah perusahaan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat huntara. Pelatihan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi warga agar dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan baru.

Selain aspek ekonomi, BPBD Cilacap juga menilai proses adaptasi warga di huntara berjalan cukup baik. Lokasi huntara yang hanya berjarak sekitar dua setengah kilometer dari permukiman awal membuat warga lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

“Saya kira karena jaraknya hanya sekitar dua setengah kilometer, dari sisi budaya dan ekonomi juga tidak jauh beda, sehingga mereka tidak perlu berlama-lama untuk beradaptasi,” ungkapnya.

Meski demikian, warga masih menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di kawasan huntara yang terasa lebih panas dibanding lokasi sebelumnya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Cilacap berencana melakukan penghijauan di sekitar huntara.