CILACAP – Musim penyu bertelur ditandai dengan pendaratan binatang ini di sejumlah pantai di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penyu jenis lekang tersebut memilih Pantai Sodong, Srandil, Welahan Wetan. Juga sejumlah pesisir di sepanjang wilayah Nusawungu sampai Jetis.
Musim penyu bertelur antara Mei hingga Agustus dan memilih pantai Cilacap. Penyu tersebut akan mendarat dan mencari tempat yang sepi pada malam hari. Selain itu, penyu memilih pantai yang cukup landai, jauh dari penerangan dan aktifitas manusia.
Penyu jenis lekangi, tergolong sensitif. Jika lokasi pendaratan kotor, ramai dan banyak lampu, penyu akan bergeser.
Lekang sepintas mirip dengan dengan penyu hijau karena memiliki ciri yang hampir sama. Bedanya, penyu lekang atau lepidochelys olivacea, punya kepala lebih besar dan tempurung yang langsing serta bersudut. Lekang merupakan penyu paling kecil dibandingkan jenis lainnya.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, Jumawan mengatakan, ada 3 titik pantai di Cilacap yang menjadi lokasi favorit penyu lekang bertelur.
“Ada 3 lokasi yakni (pantai) Sodong, Srandil, Welahan Wetan hingga Nusawungu dan Jetis. Ini rumah bagi penyu bertelur,” kata dia.
Namun dalam beberapa kejadian, penyu harus berpindah lokasi karena ada pencemaran dari Sungai Serayu yang bermuara di pesisir selatan Cilacap. Penyu ini mendarat sejauh 60 km dari lokasi tahun sebelumnya.
Terkait hal ini, DLH Cilacap mulai sisir lokasi pendaratan penyu saat musim bertelur. Apalagi, siklus penyu bertelur mencapai 30 tahun. Hingga tiap ada momen penyu bertelur, pantai harus benar-benar terjaga baik.
Kepala Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Sri Murniyati mengajak warga untuk sama-sama menjaga telur penyu. Termasuk menjaga lokasi pendaratan dan tidak merusak lokasi tersebut.
“Kita sama-sama mengamankan telur penyu,” katanya. (*)
