ACEH – Gunung api Burni Telong menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan, sehingga PVMBG menaikkan statusnya ke level 2 waspada. Petugas PVMBG menetapkan peningkatan status gunung api itu sejak 2 Agustus 2025 pukul 06:00 WIB.
Tim PVMBG mengevaluasi aktivitas gunung api secara menyeluruh dengan menganalisis kegempaan dan kondisi visual gunung di Aceh. Mereka menyatakan bahwa hasil evaluasi itu menunjukkan peningkatan yang konsisten.
Gunung api Burni Telong berdiri dengan tinggi 2.624 meter di atas permukaan laut di jalur Bukit Barisan. Petugas menyebut gunung ini sebagai salah satu gunung api aktif di wilayah tersebut.
Tim pengamatan mencatat peningkatan signifikan aktivitas seismik pada gunung api Burni Telong sejak awal Juli hingga 2 Agustus 2025. Mereka mendeteksi gempa vulkanik dalam akibat pergerakan fluida magma di bawah permukaan.
Farhan Azhari, petugas Pos PVMBG, mengonfirmasi bahwa status gunung api Burni Telong meningkat karena data kegempaan yang terus bertambah. Ia menyebut gunung biasanya hanya mengalami 4–6 gempa vulkanik per bulan.
Ia juga menjelaskan bahwa grafik kegempaan gunung api Burni Telong melonjak selama dua hingga tiga bulan terakhir. Data menunjukkan bahwa aktivitas gempa vulkanik mencapai 150 hingga 190 kejadian selama Juni dan Juli.
PVMBG akhirnya menaikkan status gunung api tersebut sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi potensi bencana. Keputusan itu mereka ambil untuk mencegah risiko terhadap masyarakat sekitar.
Suhadi, Kepala Desa Rembune, menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat di sekitar gunung api masih berjalan normal. Ia mengatakan bahwa pihak berwenang telah menutup jalur pendakian gunung api Burni Telong sementara waktu. (*)
