JAKARTA – Sejumlah pihak menyayangkan keputusan Rahayu Saraswati mundur sebagai Anggota DPR. Mereka menilai langkah ini melemahkan Korupsi Representasi Suara Anak Muda di parlemen. Koordinator Daerah BEM Nusantara DKI Jakarta, Rahmatul Fajri, menegaskan Saraswati bukan sekadar politisi muda, melainkan jembatan suara progresif anak muda dengan rakyat kecil.
Saraswati selama ini menjalin kedekatan dengan berbagai organisasi kepemudaan. Ia aktif menyuarakan isu-isu terabaikan yang menyangkut kepentingan publik. Dengan konsistensinya, ia dianggap mampu mengurangi Korupsi Representasi Suara Anak Muda dalam perdebatan politik yang sering kering dari ide segar.
Fajri menilai mundurnya Saras menjadi alarm bagi partai politik. Ia menekankan pentingnya regenerasi politik untuk mencegah Korupsi Suara Anak Muda di parlemen. Menurutnya, bangsa butuh lebih banyak tokoh muda seperti Saraswati agar demokrasi tetap hidup.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jakarta mengajak partai politik memperluas ruang partisipasi generasi muda. Ia menegaskan kepercayaan kepada kader muda akan memperkuat demokrasi. Dengan begitu, partai bisa menghentikan Korupsi Suara Anak Muda sekaligus menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kepentingan rakyat. (*)
