• Kam. Jun 18th, 2026

Korban Tewas Insiden Musala Terus Bertambah, Tim SAR Temukan 40 Jenazah

By

Proses pencarian korban tewas insiden musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur terus berlangsung hingga Minggu (5/10/2025). (doc)

SIDOARJO – Proses pencarian korban tewas insiden musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur terus berlangsung hingga Minggu (5/10/2025). Tim SAR gabungan kembali menemukan sejumlah jenazah, sehingga total korban meninggal dunia mencapai 40 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan alat berat, mulai dari pemecah beton hingga eskavator, untuk mengangkat puing-puing bangunan musala empat lantai yang ambruk pada pekan lalu. Hingga malam hari, proses pencarian masih berlanjut dan jumlah korban kemungkinan bertambah.

“Sejak pukul 00.30 hingga 18.00 WIB, tim menemukan 15 jenazah. Ini merupakan temuan terbanyak dalam satu hari selama proses evakuasi,” ujar perwakilan BNPB dalam keterangannya.

Petugas langsung memasukkan setiap jenazah ke kantong khusus dan menyemprotkan disinfektan. Setelah itu, mereka membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Petugas bekerja cepat agar proses evakuasi berjalan tanpa hambatan. Selain menemukan jenazah utuh, mereka juga menemukan empat bagian tubuh manusia dan menelusuri apakah potongan itu berasal dari satu tubuh yang sama.

Tim DVI memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur agar keabsahan data korban terjamin. Berdasarkan daftar absensi pondok, tim pencarian masih mencari 23 santri yang belum terdata kembali. Namun, data tersebut bersifat sementara karena beberapa santri tidak melaporkan kehadiran mereka kepada pengurus pondok.

Operasi pencarian telah memasuki hari ketujuh. Tim SAR menetapkan masa pencarian korban selama tujuh hari sesuai standar prosedur operasi, tetapi mereka siap memperpanjang waktu pencarian jika masih ada kemungkinan menemukan korban.

Hingga Minggu malam, alat berat terus bekerja di lokasi, sementara tim SAR gabungan dan sejumlah ambulans tetap bersiaga. Petugas memperkirakan jumlah korban tewas insiden musala masih bisa bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi. (*)

By