• Jum. Jun 19th, 2026

BGN Terapkan Rapid Test MBG untuk Perkuat Keamanan Pangan Nasional

Badan Gizi Nasional (BGN) terapkan rapid test MBG di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (doc)

BOGOR – Badan Gizi Nasional (BGN) terapkan rapid test MBG di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini bertujuan memperkuat standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh penyelenggara MBG menjaga kualitas makanan bagi masyarakat.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya telah menguji penerapan Rapid Test MBG di 10 SPPG dan akan memperluas pelaksanaannya secara nasional dalam waktu dekat.

“Ini bagian dari perintah Presiden agar setiap SPPG siap menjalankan uji kebersihan. Nomor vendor sudah kami edarkan, dan minggu ini pengadaan dilakukan serempak,” ujar Dadan dalam Konsolidasi Regional MBG di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/10/2025).

Vendor Resmi dan Standarisasi Pengawasan

BGN menyiapkan 10 hingga 15 vendor resmi yang akan menyalurkan alat terapkan rapid test ke seluruh wilayah. Dadan menegaskan, penerapan rapid test menjadi instrumen utama dalam standarisasi pengawasan gizi dan kebersihan pangan. “Kebijakan ini menunjukkan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga mutu dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Melalui uji cepat, setiap penyedia layanan dapat memiliki data kebersihan yang terukur,” katanya.

Selain itu, BGN juga melibatkan 5.000 juru masak profesional dari International Chef Association untuk mendampingi SPPG baru selama lima hari sebagai bagian dari program terapkan rapid test MBG. Para juru masak membantu memilih bahan baku, mengolah, hingga mengirim makanan agar sesuai standar gizi dan higienitas. “Pendampingan tenaga profesional penting untuk memastikan seluruh tahapan produksi mengikuti prinsip keamanan pangan,” tegas Dadan.

Untuk memperkuat program MBG tahun depan, BGN menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun yang juga mendukung pelaksanaan terapkan rapid test MBG secara nasional. Dana itu terdiri atas Rp268 triliun pagu utama dan Rp67 triliun dana siap pakai. “Dengan dukungan anggaran yang kuat serta pengawasan ketat, kami ingin memastikan masyarakat menikmati manfaat MBG dengan kualitas terbaik,” ujar Dadan.

Dadan menilai keberhasilan program Makanan Bergizi Gratis sangat bergantung pada konsistensi penerapan terapkan rapid test MBG, pendampingan tenaga profesional, serta dukungan fiskal pemerintah. “Tiga pilar ini akan memastikan program makanan bergizi nasional berjalan optimal,” tandasnya. (*)

By