Banjir Longsor di Cilacap, Jumlah Pengungsi Bertambah Banyak

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman saat menemui pengunsi di Desa Bener Kecamatan Majenang, Rabu (12/11/2025). Pengungsi korban banjir longsor di Cilacap tiap hari terus bertambah. (bercahayanews.com)

CILACAP – Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Cilacap dalam 3 hari terakhir, membuat jumlah pengungsi bertambah banyak. Lokasi pengungsian ini terbagi di Kecamatan Wanareja dan Majenang dan tersebar di 7 desa.

Banjir dan tanah longsor di Cilacap mulai terjadi sejak awal pekan ke 2 November 2025. Penyebabnya karena hujan esktrem yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Cilacap. Hingga Sungai Cikawung meluap dan menggenangi rumah warga di Desa Tarisi dan Sidamulya.

Hingga pada Selasa (11/11/2025) malam, banjir longsor merambah Kecamatan Majenang. Longsor membendung Sungai Cilopadang dan merusak ratusan rumah warga di Desa Bener. Luapan Sungai Cikawung juga menggenangi rumah warga di Desa Pahonjean, Padangsari, Mulyadadi dan Mulyasari.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman saat meninjau lokasi pengungsian memastikan, banjir di Kecamatan Wanareja memang mulai surut. Namun begitu, masih ada warga yang mengungsi akibat banjir di sana.

“Ada beberapa titik pengungsian yang memang karena kondisi air sungainya memang meluap. Ada beberapa KK (Kepala Keluarga) yang cukup banyak, terutama di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja yang memang dekat dengan sungai,” katanya, Rabu (12/11/2025).

Dia memastikan, jumlah pengungsi akibat banjir dan tanah longsor di Cilacap bertambah. Ini setelah terjadi banjir dan longsor di Kecamatan Majenang dan tersebar di sejumlah desa.

“Termasuk juga yang di Desa Bener ini. Itu karena ada rencana tanah longsor, dan area di warga situ mengkhawatirkan kalau ketika hujan. Jika kondisi hujan itu terus takut longsor lagi,” terangnya.

Bupati memastikan, pemerintah segera bertindak dengan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Mulai dari permakanan, alas tidur dan lainnya. Dinas terkait juga mendirikan dapur umum untuk menyuplai makanan para pengungsi korban banjir longsor di Cilacap.

“Bantuan secara umum sudah mulai dropping banyak, baik dari lembaga-lembaga ataupun dari pemerintah daerah. Seperti dari Dinas Sosial, BPPD, dari Baznas dan PMI dan semuanya. Sudah banyak yang sudah membantu,” tegasnya.

Wilayah Banjir dan Tanah Longsor

Kepala BPBD Cilacap, Taryo menambahkan, bencana banjir dan longsor di Cilacap hingga memunculkan pengungsi terjadi di 4 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kampung Laut, Karangpucung, Wanareja dan Majenang. Di Kampung Laut terjadi banjir rob dan sudah surut. Dia menyebut, korban banjir rata-rata mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

“Kalau korban longsor di Desa Bener mengungsi ke balai desa,” kata dia.

Dia menambahkan, rumah terdampak bencana di Cilacap mencapai 1.200 lebih. Sementara warga terdampak lebih dari 2000 jiwa. Sementara para pengungsi korban banjir dan longsor di seluruh Cilacap sampai Rabu (12/11/2025) sekitar 200 jiwa. (*)