SURABAYA – Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan bahwa ia tetap menjabat dan tidak memikirkan pengunduran diri meski sejumlah pihak menyebarkan surat yang meminta dirinya mundur. Ia menyampaikan sikap tersebut seusai rapat koordinasi ketua PWNU se-Indonesia di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11/2025).
Gus Yahya menuturkan bahwa Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 2024 telah memberikan mandat kepadanya untuk memimpin PBNU selama lima tahun. “Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur karena saya mendapatkan amanat lima tahun dari Muktamar. Insyaallah saya sanggup menjalani,” ujarnya.
Menanggapi isu pemberhentian, Gus Yahya menegaskan rapat harian syuriyah tidak memiliki kewenangan mencopot ketua umum maupun fungsionaris lain. Ia menyebut ketentuan itu sudah jelas dalam AD/ART NU. “Rapat harian syuriyah tidak berwenang memberhentikan ketua umum. Bahkan memberhentikan wakil sekjen atau ketua lembaga saja tidak bisa, apalagi ketua umum,” tegasnya.
Karena itu, Gus Yahya menilai pihak yang mendorong pemberhentian dirinya telah mengeluarkan keputusan yang tidak sah. “Kalau rapat harian syuriyah menyatakan memberhentikan ketua umum, maka itu tidak sah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa para peserta rakor PWNU se-Indonesia menyatakan dukungan penuh agar ia tetap memimpin PBNU. “Mereka mengatakan tidak mau saya mundur. Mereka memilih saya, dan mereka akan kecewa kalau saya mundur. Saya tegaskan tidak ada alasan bagi saya untuk mundur,” jelasnya.
Selain itu, Gus Yahya menyebut para ketua PWNU ingin melakukan konsolidasi internal. Ia mengapresiasi langkah tersebut dan berharap seluruh pihak memahami situasi secara utuh. “Saya hanya memberikan penjelasan agar mereka memahami situasi secara utuh dan tidak mengikuti rumor ataupun fitnah,” katanya. (*)
