JAKARTA – Massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar aksi buruh demo secara serentak di berbagai kota hari ini. Mereka menolak kenaikan upah minimum 2026 versi pemerintah karena mereka menilai pemerintah hanya menaikkan upah rata-rata Rp 90 ribu per bulan.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa aksi nasional berlangsung di seluruh kota industri. Untuk Jakarta, ia menyebut massa akan bergerak ke kawasan Istana Negara atau Gedung DPR. “Aksi ini menjadi gerakan nasional yang digelar serentak di kota-kota industri. Untuk Jakarta, kami memusatkan aksi di Istana Negara atau DPR RI pada 24 November 2025. Keputusan final bergantung pada dinamika lapangan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Said memperkirakan sekitar 15 ribu buruh akan mengikuti aksi di Jakarta. Ia menambahkan bahwa aksi serupa juga berlangsung di Gedung Sate Bandung, Kantor Gubernur Banten di Serang, serta Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.
Dalam Buruh Demo tersebut, para pekerja menolak besaran kenaikan upah minimum karena pemerintah menghitung kenaikan itu dengan menggunakan inflasi 2,65 persen dan pertumbuhan ekonomi 6,12 persen dalam periode Oktober 2024–September 2025. Said menyebut rata-rata upah minimum nasional masih berada di bawah Rp 3 juta per bulan sehingga kenaikan Rp 90 ribu per bulan tidak memenuhi kebutuhan pekerja.
Said memaparkan tiga opsi kenaikan upah yang bisa mereka negosiasikan. Pertama, tuntutan buruh sebesar 8,5–10,5 persen. Kedua, mereka mengusulkan kenaikan sebesar 7,77 persen dengan menggunakan formula yang menggabungkan inflasi, indeks tertentu, dan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, opsi kenaikan minimum sebesar 6,5 persen.
Ia menegaskan bahwa buruh demo kali ini menjadi peringatan bagi pemerintah agar tidak gegabah menyusun formula pengupahan. “Aksi ini menjadi peringatan keras agar pemerintah tidak tunduk pada tekanan oligarki pengusaha. Buruh tidak meminta sesuatu yang berlebihan, tetapi menuntut penghormatan terhadap kesejahteraan dan martabat pekerja,” tegasnya. (*)
