Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data jumlah korban banjir Sumatera dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. BNPB melaporkan jumlah korban banjir Sumatera terus meningkat, sementara upaya intensif pendataan berhasil menekan angka korban hilang.
BNPB mencatat jumlah korban jiwa mencapai 961 orang per Selasa, 9 Desember 2025. Ada 5.000 orang terluka akibat bencana tersebut. Kabar baiknya, jumlah korban hilang turun menjadi 293 jiwa setelah proses verifikasi di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membenarkan adanya penemuan jenazah tambahan. Ia menyatakan, tim gabungan menemukan 40 jenazah baru pada Senin (8/12/2025).
“Penambahan korban jiwa terbesar tercatat di Aceh, naik 23 jiwa menjadi 389. Sumatra Utara menambah 9 korban menjadi total 338, dan Sumatra Barat bertambah 8 korban menjadi 238 jiwa,” ujar Muhari.
Muhari mengatakan, BNPB terus melakukan upaya pencarian korban banjir di Sumatera. Dengan begitu, angka korban hilang akan berkurang.
“BNPB mencatat angka korban hilang turun dari 392 menjadi 293 jiwa di tiga provinsi,” jelasnya.
Selain itu, BNPB mendata total pengungsi kini mencapai 1.057.482 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian. Termasuk lokasi baru di Aceh, Aceh Timur dan Bener Meriah.
BNPB juga mengalami kendala dalam distribusi logistik akibat cuaca buruk. Namun, tim gabungan berhasil menerbangkan 20 sorti logistik melalui jalur udara. Di jalur darat, distribusi perlahan berjalan menggunakan truk besar ke enam lokasi. Petugas sudah bisa mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Sumatera, terutama yang ada di Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara melalui jalur darat.
Di Sumatra Barat, perbaikan infrastruktur dikebut. Jembatan Sikabau telah dipasangi jembatan bailey dan akan selesai pada 12 Desember 2025. Sementara itu, Jembatan Kubang di Solok sepanjang 17 meter masih dalam tahap penyelesaian. (*)






