• Jum. Jun 19th, 2026

Sekolah Aceh Kembali Beraktivitas Awal Januari 2026 Pascabanjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menargetkan sekolah Aceh kembali beraktivitas pada awal Januari 2026.(doc)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menargetkan sekolah Aceh kembali beraktivitas pada awal Januari 2026. Target tersebut seiring dengan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara yang telah memasuki fase transisi darurat dan menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan berbagai unsur mempercepat pemulihan secara terpadu. Ia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, TNI, Polri, BPBD, dan relawan bekerja bersama membuka akses jalan serta membersihkan fasilitas umum di Aceh Utara.

“Tim dari Kementerian PU, BNPB, TNI, Polri, relawan, dan BPBD semuanya bekerja bersama bahu-membahu membuka akses jalan di Aceh Utara dan fasilitas umum,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual, Minggu (28/12/2025).

Abdul Muhari berharap sekolah dan madrasah dapat digunakan kembali pada awal semester genap. Ia menargetkan kegiatan belajar mengajar mulai berjalan pada minggu pertama Januari 2026.

“Sekolah dan madrasah kami harapkan dapat kembali digunakan saat awal pembelajaran semester genap di minggu pertama bulan Januari,” katanya.

BNPB Siapkan Tenda Darurat untuk Sekolah Terdampak

BNPB mencatat petugas telah membersihkan sejumlah fasilitas pendidikan yang sebelumnya tertutup lumpur. Sekolah-sekolah tersebut kini siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, BNPB tetap menyiapkan langkah antisipasi bagi sekolah yang masih membutuhkan perbaikan lanjutan.

Untuk mendukung sekolah Aceh kembali beraktivitas, BNPB menyiapkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara. Langkah tersebut memastikan proses pendidikan tetap berjalan meski perbaikan bangunan belum sepenuhnya selesai.

“Kami juga menyiapkan tenda darurat. Sekolah yang masih memerlukan perbaikan akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda-tenda sementara,” ujar Abdul Muhari.

Menurut Abdul Muhari, tim gabungan terus mengerjakan perbaikan infrastruktur dan pembersihan fasilitas publik secara intensif. Pemerintah mengoptimalkan pemulihan pascabanjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Pada fase transisi darurat, kami melihat kemajuan perbaikan akses jalan, pembersihan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah,” ucapnya.

Ia mencontohkan wilayah Langkahan, Aceh Utara, yang kini menunjukkan progres nyata. Tim gabungan membuka akses jalan serta membersihkan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum secara berkelanjutan, baik siang maupun malam. (*)

By