• Jum. Jun 19th, 2026

ABK Jadi Korban Terjatuh di Dermaga Tanjung Benoa

KM Banyu Urip II menjadi korban terjatuh saat ia melakukan pengecekan kapal di Dermaga Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Minggu (17/08/2025).(doc/instagram)

TANJUNG BENOA – Seorang ABK yang bekerja di KM Banyu Urip II menjadi korban terjatuh saat ia melakukan pengecekan kapal di Dermaga Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Minggu (17/08/2025) sekitar pukul 00.15 Wita. Rekan-rekan berusaha mencari korban namun mereka tidak menemukan hasil. Mereka kemudian melaporkan korban terjatuh kepada Polair Benoa agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Pada pukul 05.35 Wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan bahwa korban terjatuh berasal dari ABK, dan petugas menduga ia tenggelam. Petugas mengidentifikasi korban terjatuh bernama Bangga (23), beralamat di KP. Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi.

Tim SAR segera memberangkatkan delapan personel setelah menerima laporan adanya korban terjatuh di Tanjung Benoa. Mereka tetap menjaga koordinasi dengan BPBD Kabupaten Badung, Polair Benoa, dan pemilik kapal untuk mempercepat pencarian korban. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan briefing dan membagi tugas pencarian korban secara terstruktur.

Kendala Pencarian Korban Terjatuh

“Pada pukul 07.30 pagi, kita langsung menyelam untuk melakukan sorti pertama demi mencari korban,” jelas Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Setelah sorti pertama, tim melanjutkan pencarian korban dengan menggunakan alat Aquaeye. Ia menambahkan, “Setelah itu, kita melanjutkan pencarian menggunakan alat Aquaeye untuk menemukan korban.” Tiga personel melakukan penyelaman demi menemukan korban terjatuh, tetapi hasilnya nihil. Setelah tiga jam, kembali diturunkan tiga penyelam untuk mencari korban, namun usaha itu tetap tidak membuahkan hasil. Ia menegaskan bahwa kesulitan mencari korban berasal dari arus bawah Perairan Tanjung Benoa yang kuat serta banyaknya kapal besar yang sandar.

Akhirnya, pada upaya penyelaman sorti ketiga, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada pukul 15.10 Wita dalam keadaan meninggal dunia. Tim menemukan korban sekitar 20 meter arah barat dari lokasi kejadian pada kedalaman kurang lebih 15 meter. Selanjutnya, tim membawa jenazah korban ke RSUP Prof Ngoerah menggunakan ambulans Al Mandiri.

Selama operasi berlangsung, berbagai unsur terlibat aktif dalam pencarian korban terjatuh, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polda Bali, Polair Mabes KP Manyar, pemilik kapal, hingga masyarakat setempat. (*)

By