News  

Aksi Buruh Berjalan Panas. Tolah Penurunan Upah

Aksi buruh di Cilacap, berjalan panas, Selasa (31/1/2023). Peserta aksi dari Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC) menolak penurunan upah. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Aksi buruh di pusat Cilacap, berjalan panas, Selasa (31/1/2023). Terutama saat para peserta aksi dari Federasi Serikat Buruh Migas Cilacap (FSBMC), merangsek mendekati gedung DPRD Cilacap.

Sempat terjadi aksi dorong dengan petugas yang berjaga di depan gedung dewan. Hingga aksi buruh ini sempat berjalan panas sebelum akhirnya mereka bisa masuk ke gedung dewan.

Buruh mengawali aksi dengan jalan kaki dari alun-alun ke DPRD Cilacap. Mereka membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan aksi. Sepanjang jalan mereka meneriakan yel-yel penolakan penurunan upah.

Koordinator Aksi, Sigit Sutrisno menjelaskan, buruh terpaksa melalukan aksi karena sudah berulang kali berkirim surat ke DPRD Cilacap. Namun mereka selalu mendapatkan penolakan.

“Ini aneh. Besok kita mau aksi, maghrib tiba-tiba ada surat kalau (dewan) tidak bisa menerima. Ini yang membuat kita marah,” katanya.

“Kita pertama dan kedua masih nurut. Tapi yang ketiga tentu marah. Kita mau mengadu ke mana lagi kalau bukan ke DPR,” katanya lagi.

Menurutnya, ada sejumlah tuntutan dari para pekerja yang tergabung dalam FSBMC. Pertama, menolak penurunan upah. Selain itu, mereka meminta keadilan atas sejumlah karyawan yang di PHK sepihak oleh perusahaan.

“Dari 4 tambah 3 lagi yang dipecak karen vokal memperjuangkan hak-hak teman-teman,” katanya.

Selain itu, hak pesangon untuk para pensiunan juga belum sepenuhnya diberikan. Kalaupun ada, pembayaran secara bertahap atau dicicil. Kondisi ini sudah terjadi sejak 2018 lalu. Hal ini tentu memberatkan para pensiunan hingga banyak dari mereka yang terjerat hutang.

Peserta aksi ini juga mempertanyakan status mereka sebagai karyawan. Karena banyak dari mereka yang sudah bekerja selama puluhan tahun namun tetap sebagia karyawan outscourcing.

“Kita sudah puluhan tahun jadi karyawan kontrak,” katanya.

Dan jika tuntutan ini tidak ada jawaban, para sopir tanki ini akan melakukan aksi mogok total.

“Jangan salahkan kami jika para sopir akan turunkan kunci. Kalau mereka masih seperti itu. Itu satu-satunya jalan yang kita tempuh karena hasilnya nihil,” tegasnya. (*)

Exit mobile version