Sport  

PSSI Sempat Target Louis van Gaal. Tapi Pilih Kluivert

Louis van Gaal saat masih melatih Timnas Belanda. PSSI sempat melirik Louis van Gaal untuk gantikan STY. (doc)

JAKARTA – PSSI sebenarnya sempat menarget Louis Van Gaal untuk gantikan Shin Tae-yong jauh sebelum pemecatan terjadi. Namun, nampaknya keinginan PSSI ini sulit terwujud karena alasan kesehatan.

PSSI secara resmi mengumumkan pemutusan kontrak Shin Tae-yong sebagai Kepala Pelatih Tim Nasional Indonesia. PSSI sudah berdiskusi dengan Badan Tim Nasional dan seluruh anggota EXCO hingga muncul keputusan memberhentikan Shin Tae-yong.

Saat mencari pengganti, PSSI kabarnya sempat melirik Louis van Gaal. Namun, pria yang sempat melatih Korea Selatan di Piala Dunia 2002 itu, menolak keras.

Coach Justin di kanal youtube Justinus Laksana, memberikan pandangannya.

“Yang diinginkan PSSI itu van Gaal. Tapi van Gaal tidak mau karena dia jadi advisor di Ajax,” katanya.

Alasan lain karena masalah kesehatan. Louis van Gaal baru sembuh dari operasi kanker prostat. Hingga dia tidak mau bekerja terlalu keras dengan menjadi pelatih Timnas Indonesia.

“Tapi feeling gue, van Gaal merekomendasikan Patrick Kluivert. Ruud Gulit dukung,” katanya.

Menurutnya, ada alasan lain kenapa PSSI mengikuti saran Louis van Gaal. Yakni nama besar Patrick Kluivert sebagai pemain. Hal ini akan membuat para pemain lebih menghormatinya.

Karir Kluivert sebagai pemain sangat mentereng. Bersama Ajax dia meraih tropi Liga Champion pada 1995. Setelah itu, dia pindah ke berbagai klub besar di Eropa. Termasuk bermain di Barcelona.

Nama besar ini menurutnya akan membawa pengaruh besar bagi Timnas Indonesia dan juga lawannya.

“Bahkan lawannya juga. Makanya jangan kaget nanti pelatih Australia minta foto (bareng). Itu sebuah keuntungan yang tidak dimiliki banyak pelatih,” kata dia.

Di luar itu semua, katanya, Patrick Kluivert bukan tanpa kelemahan. Menurut Justin, perjalanan karier Kluivert belum teruji. Apalagi, karier kepelatihannya masih sangat baru dan lebih banyak melatih tim B.

“CV-nya belum mentereng. Tapi ingat, Pep di Barca tahun pertama (dapat) 6 trophy. Kalian masih ingat Mourinho, dari penerjemah jadi head coach di Porto lalu juara Liga Champion. Spanyol juara Piala Eropa. Siapa pelatihnya? De La Fuente,” tegasnya. (*)