CILACAP – Warga di samping RSUD Majenang, menuding IPAL (Instalasi Pengeolahan Air Limbah) rumah sakit pemerintah itu sudah cemari lingkungan. Pencemaran berupa bau yang menyengat dan berasal dari balik tembok RSUD Majenang.
Budi Wahyudi, warga RT 04 RW 05 Desa Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap mengaku, kerap mencium bau sangat menyengat.
“Baunya menyengat banget. Datangya dari arah pojokan belakang (RSUD Majenang). Bau itu kadang hilang,” kata Budi.
Dia mengatakan, warga setempat mulai mencium bau tersebut setelah RSUD Majenang membangun gedung baru, sekitar 5 tahun lalu. Dan hingga sekarang, bau itu masih belum teratasi sepenuhnya.
Bahkan, dia dan warga lainnya sempat mencium bau jauh lebih sangat menyengat.
“Ternyata ada pipa yang bocor,” kata dia.
Selain bau yang diduga dari IPAL RSUD Majenang, sampah juga jadi keluhan. Kadang ada sampah jatuh ke pekarangan warga. Sampah itu berupa bekas tempat makan atau minuman, serta popok bayi.
“Dulu pernah seng jatuh dari atas,” katanya.
Selama ini, warga sudah bertahan dan berupaya melaporkan hal ini ke manajemen. Namun sampai sekarang belum pernah ada tindak lanjut.
“Kami ingin ada tindak lanjut,” harapnya.
Kabag Umum RSUD Majenang, Dr Feri Sulistya memastikan akan memeriksa sumber bau tersebut. Harus ada pemeriksaan lebih dahulu sebelum memastikan bau tersebut dari IPAL RSUD Majenang.
“Apakah dari IPAL, atau saluran lain. Ini akan kita evaluasi,” katanya.
Selama ini, air limbah selalu ada pemeriksaan dan uji laboratorium secara rutin. Dia memastikan, air yang keluar dari IPAL sudah memenuhi standar.
“Hasil uji laboratorium ini selalu kita laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Selama ini kita tidak ada teguran dari dinas karena sudah sesuai prosedur,” katanya.
Untuk sampah, manajemen akan melakukan penambahan sarana. Salah satunya agar keluarga pasien, pembesuk dan pengunjung tidak lagi membuang sampah ke luar RSUD. Juga larangan untuk membuang sampah sembarangan.
“Kami minta maaf ke warga. Kami ingin bisa silaturahmi warga sekitar,” tegasnya. (*)






