JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP beri janji, akan bongkar pagar laut bersama TNI AL dan pihak terkait lainnya, pada Rabu (22/1/2025) siang. Kepastian ini setelah Presiden Prabowo memanggil Menteri dan Wakil Menteri KKP.
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono memastikan, pihaknya bersama TNI AL akan turun untuk bongkar pagar laut di perairan Tangerang. Pihaknya juga akan mengundang Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) untuk bersama-sama ke lokasi.
“Sudah kita putuskan, nanti hari Rabu kita akan berkumpul. Jadi tidak hanya TNI AL, tapi juga Bakamla akan kita ikutkan,” katanya seperti yang ada di akun instagram @kkpgoid.
Dia memastikan, pagar laut di Tangerang tersebut tidak ada selembar izin sama sekali. Ini tentu berlawanan dengan Undang Undang Cipta Kerja, tentang pemanfaatan ruang laut.
“Bahwa pembangunan di ruang laut itu harus ada izin KKPRL. Hingga langkah pertama adalah penyegelan, setelah kita lakukan penyegelan, kita identifikasi. Karena saat penyegelan kita tidak tahu siapa yang punya,” kata dia.
Menteri KKP menambahkan, Presiden sudah memberikan instruksi secara jelas kepadanya. Yakni untuk mengusut secara tuntas masalah pagar laut tersebut. Sampai kemudian ada kepastian hukum terkait siapa saja yang bertanggung jawab, atau langkah yang mesti diambil pemerintah.
“Pokoknya harus sesuai koridor hukum,” kata dia.
Kepala Staf TNI AL, Laksamana Dr. Muhammad Ali mengatakan hal serupa. Pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi denga KKP sebagai tindak lanjut instruksi Presiden. Dia memastikan, TNI AL akan turun dan bongkar pagar laut bersama KKP, pada Rabu (22/1/2025).
“Kita tadi sudah rapat bareng Pak Menteri dan Wamen (KKP) untuk evaluasi, cari cara yang aman, cepat dan praktis untuk bisa mempercepat dan membantu kesulitan nelayan. Perintah Presiden, TNI harus bisa membantu kesulitan masyarakat,” tegasnya. (*)






