News  

Banjir Rob Akibat Gelombang Tinggi Terjang Indramayu. Ratusan Orang Mengungsi

Gelombang tinggi akibatkan tanggul jebol dan banjir rob di Desa Eretan Kulon, Indramayu. Bencana ini terjadi pada Rabu (29/1/2025) dan mengakibatkan 120 keluarga mengungsi. (doc/instagram @indramayuupdate)

INDRAMAYU – Banjir rob yang terjadi akibat gempuran gelombang tinggi menerjang sejumlah desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (20/1/2025). Peristiwa ini menyebabkan 120 keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Kertawinangun untuk mencari perlindungan.

BPBD Indramayu melaporkan bahwa Kecamatan Kandanghaur menjadi wilayah terdampak paling parah akibat gelombang tinggi yang menyebabkan banjir rob. Salah satu desa yang terkena dampak besar adalah Desa Eretan Kulon. Banjir rob di pesisir Indramayu ini membuat permukiman warga terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Akibatnya, 120 keluarga dari dua RT di desa tersebut harus mengungsi ke tempat aman.

“Hujan deras disertai angin kencang memicu gelombang ekstrem di Desa Eretan Kulon. Hal ini menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga, sehingga sebanyak 120 KK harus dievakuasi sementara ke Balai Desa Kertawinangun,” tulis BPBD Indramayu dalam unggahan di akun Instagram resmi @bpbdindramayu.

Setelah kejadian, BPBD Indramayu bergerak cepat dengan mengerahkan tim bersama unsur terkait. Langkah pertama yang adalah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya, BPBD membuka pos kebencanaan serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Selain itu, BPBD Indramayu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat guna mendapatkan tambahan bantuan logistik bagi para korban.

BPBD Indramayu menegaskan bahwa gelombang tinggi kali ini tergolong ekstrem, dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter. Gelombang besar tersebut menghantam tanggul di tepi pemukiman warga hingga jebol, menyebabkan air laut masuk dan menggenangi rumah-rumah warga di Desa Eretan Kulon.

Akun Instagram @indramayuupdate juga melaporkan bahwa banjir mulai merendam rumah warga sejak Rabu pagi sekitar pukul 06.00. Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan bagi warga terdampak.

Pemerintah daerah bersama BPBD Indramayu terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga yang terdampak bencana ini. (*)