JAKARTA – Beragam aksi premanisme oleh ormas tertentu, ganggu sejumah investor akhirnya curhat ke Presiden secara langsung. Investor ini mengeluhkan berbagai tindakan ormas yang sering membuat pabrik mengalami kerugian.
Ormas tersebut kerap menimbulkan gangguan keamanan dengan memaksa masuk ke kawasan industri. Tujuan mereka adalah untuk melakukan demonstrasi. Mereka lalu menuntut untuk terlibat dalam aktivitas di dalam pabrik.
Ketua Umum HKI (Himpunan Kawasan Industri) Sanny Iskandar mengakui, ada beberapa investor yang pada akhirnya berkirim surat ke Presiden.
“Ya ada investor, beberapa yang mengirim surat ke Presiden, bertemu Presiden,” kata Sanny.
Menurutnya, semua ini terjadi karena ada aksi premanisme dari ormas tertentu dan sudah ganggu investor di tanah air. Mereka kerap melakukan aksi demonstrasi di kawasan industri. Meskipun sebenarnya sudah ada larangan dari kepolisian untuk menggelar aksi demonstrasi di kawasan tersebut. Tapi tetap saja, ormas ini terus melanjutkan aksi premanisme dan memaksakan berbagai kehendak yang tentu saja ganggu para investor.
Biasanya, pertama kali mereka meminta ada audensi dengan manajemen. Mereka menuntut agar bisa mendapatkan jatah kegiatan tertentu di dalam pabrik.
Jika ini gagal, aksi premanisme dari ormas bisa lebih beringas. Seperti menyegel kawasan industri, atau mencegat kendaraan untuk tidak bisa keluar masuk pabrik. Hal ini berujung pada terhentinya aktifitas produksi pabrik.
Karena itu, beberapa investor akhirnya pergi. Atau, calon investor membatalkan rencana untuk masuk. Hal ini tentu menimbulkan kerugian bagi semua pihak.
“Kalau kita hitung semuanya ya, bukan cuman yang keluar, yang enggak jadi masuk juga, itu bisa ratusan triliun juga,” tegasnya. (*)






