Jakarta – Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Irham Ali Saifuddin, menyebut, pungli atau pungutan liar hambat investasi masuk Indonesia. Pungli juga menyebabkan biaya produksi semakin tinggi.
“Sarbumusi mendukung penuh komitmen Presiden Prabowo dalam upaya pemberantasan pungli. Ini adalah masalah yang harus benar-benar dituntaskan. Meski tidak selalu tampak secara kasat mata, dampaknya sangat terasa dalam peningkatan biaya produksi yang menjadi tidak efisien,” ujar Irham dilansir dari nu.or.id.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa praktik pungli yang kian meluas telah merusak citra Indonesia di mata para investor. Ia mencontohkan kejadian pungli terhadap tenaga kerja asing asal Tiongkok oleh oknum petugas di Bandara Soekarno-Hatta.
“Kasus ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik negara kita di hadapan investor. Namun, harus kita ingat bahwa pungli tidak hanya terjadi di kalangan atas, tetapi juga merambah ke berbagai lapisan masyarakat,” tegasnya.
Irham menambahkan bahwa Tiongkok saat ini merupakan investor asing terbesar kedua di Indonesia. Dia memperkirakan, investasi negara Tirai Bambu ini akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Oleh karena itu, Sarbumusi siap bekerja sama dengan pemerintah dalam membersihkan praktik pungli. Ini karena faktor pungli akan hambat investasi masuk ke Indonesia dan buruh akan terdampak karena menyusutnya lapangan kerja.
“Kami memiliki lebih dari 16 ribu anggota pengemudi di sektor transportasi. Hampir seluruhnya mengeluhkan maraknya pungli, baik oleh preman maupun oknum aparat negara,” tegasnya. (*)






