JAKARTA – Salah satu negara Arab di kawasan Timur Tengah, UAE memprediksi awal puasa di sana akan sama dengan ketetapan Muhammadiyah di Indonesia. Awal puasa di sana, kemungkinan besar akan bertepatan dengan 1 Maret. Selain itu, durasi puasa juga sama, yakni berlangsung 30 hari.
PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah memastikan jadwal awal puasa dan lebaran 2025. Idul Fitri akan jatuh pada 31 Maret 2025, bertepatan dengan hari Sabtu Paing. Sementara puasa Ramadan akan mulai pada 1 Maret 2025.
Hal ini terungkap saat PP Muhammadiyah menggelar Konfrensi Pers PP Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1446 H, di Yogyakarta, Rabu (12/2/2025).
Untuk awal puasa, PP Muhammadiyah menetapkan jatuh pada 1 Maret 2025. Ini berdasarkan ijtima jelang Ramadan pada pukul 07.46.29 WIB, 28 Februari 2025. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah +4 derajat 11 menit 8 detik. Ini artinya hingga hilal sudah wujud.
Sedangkan ijtima jelang Syawal terjadi pada 29 Maret 2025, tepatnya pukul 17.59.51 WIB. Tinggi bulan pada hari itu di Yogyakarta adalah -1 derajat 59 menit 4 detik. Dengan demikian, posisi bulan masih di bawah ufuk saat matahari terbenam. PP Muhammadiyah lalu memutuskan untuk menyempurnakan umur bulan Ramadan menjadi 30 hari.
Sementara awal puasa di negara Arab, kemungkinan juga akan sama. Ini setelah adanya pemberitaan di media setempat yang menyebut, awal puasa di negara Uni Emirat Arab terjadi pada 1 Maret 2025.
Ketua Emirates Astronomy Society Uni Emirat Arab (UEA) Ibrahim Al Jarwan menyebut, Uni Emirat Arab awal puasa di sana kemungkinan pada 1 Maret 2025. Dia memprediksi, bulan sabit baru terlihat setelah matahari terbenam pada Jumat, 28 Februari 2025 atau 29 Syaban 1446 H. (*)






