News  

Longsor Susulan Masih Mengancam Ponpes Al Huda. Warga Lakukan Pembersihan

Sisa bekas bangunan Pondok Al Huda yang kini rata dengan tanah. Lokasi ini longsor pada Kamis (6//3/2025) dan masih ada potensi longsor susulan yang bisa mengancam rumah warga di dekat Ponpes Al Huda. (bercahayanews.com)

CILACAP – Longsor susulan masih mengancam rumah warga di komplek Ponpes Al Huda di Desa Babakan Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Ancaman tersebut seiring masih labilnya lapisan tanah pasca longsor pada Kamis (6/3/2025).

Hujan deras yang mengguyur Desa Babakan sepanjang Kamis siang hingga malam mengakibatkan tebing longsor dan menimpa Ponpes Al Huda. Demikian juga dengan salah satu rumah warga di dekat ponpes tersebut. Akibat kejadian ini, bangunan ponpes berukuran 5 X 20 meter, luluh lantak dan rata dengan tanah.

Tebing longsor yang menimpa ponpes saat seluruh santri tengah sholat tarawih, sudah masuk hari ke 4. Sampai sekarang, kondisi tanah masih labil dan mudah bergerak. Apalagi saat hujan deras turun.

Kepala Desa Babakan, Sidiq Nurabin menjelaskan, perangkat desa bersama aparat terus mengingatkan warga agar tetap waspada. Karena masih ada kemungkinan adanya longsor susulan yang mengancam ponpes maupun rumah warga Dusun Cinangka.

“Kami khawatir masih ada ancaman longsor susulan dan ini bisa mengancam rumah warga di sekitar ponpes,” kata dia.

Untuk itu, pemerintah desa meminta warga segera mengungsi jika terjadi hujan deras di malam hari dengan durasi lama. Karena hujan ini, membuat lapisan tanah menjadi sangat labil dan mendorong material ke arah bawah.

“Kalau hujan deras pada malam hari, segera mengungsi ke tempat aman,” katanya.

Dia menyebut, lokasi longsor ada 6 rumah warga, masjid dan pondok pesantren. 1 rumah rusak di bagian belakang dan bangunan pondok hancur total. 2 rumah lainnya terancam karena tepat berada di jalur luncuran tahan tebing yang longsor.

“Sisanya aman,” katanya.

Sampai Senin (10/3/2025) warga bersama santri Ponpes Al Huda masih membersihkan puing bangunan pondok. Pengasuh pondok dan warga korban sudah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, PMI, Baznas dan lembaga lainnya. (*)