News  

Bupati Aceh Tenggara Sebut Ini Penyebab Napi Lapas Kutacane Kabur

Tangkapan layar dari video viral, saat napi lapas Kutacane kompak untuk kabur, Senin (10/3/2025). Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry menyebut kapasitas jadi penyebab utama para napi di Lapas Kutacane sampai kabur. (doc/tiktok)

ACEH – Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry menyebut 2 hal yang jadi penyebab para napi di Lapas Kutacane kabur, pada Senin (10/3/2025). Salah satu faktor karena napi Lapas Kutacane merasa kecewa dan sudah terjadi lama.

Peristiwa mengemparkan terjadi di Lapas Kutacane Kabupaten Aceh, yakni saat puluhan napi kabur. Mereka melarikan diri dengan cara lompati pagar utama, atau naik ke atap lapas. Aksi ini terjadi hanya beberapa saat sebelum waktu buka puasa.

Informasi yang beredar menyebutkan, para napi menggunakan berbagai metode untuk meloloskan diri. Ada yang melompati pagar depan lapas, memanjat tembok, hingga membobol atap sebagai jalur pelarian.

Peristiwa napi di Lapas Kutacane Kabupaten Aceh yang kabur, viral di media sosial. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan para napi berlarian ke berbagai arah, setelah berada di jalan raya.

Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry menjelaskan penyebab napi Lapas Kutacane kabur. Para napi ini merasa kecewa dengan jatah makanan karena tidak layak. Apalagi, sekarang napi tengah menjalani ibadah puasa.

“Penyebabnya ya, ada kekecewaan,” kata Salim Fakhry.

“Jangan dikit-dikit, makanan mereka tidak terima,” katanya lagi.

Dia menyebut, ini terjadi karena anggaran untuk makan sangat terbatas. Tiap hari, satu napi hanya mendatkan jatah Rp 20 ribu untuk makan.

“Penjelasan Kalapas tadi, makan 1 hari hanya 20 ribu,” katanya.

Namun, penyebab paling dominan dari napi kabur ini karena Lapas Kutacane sudah overload. Hingga kemudian para napi tersebut kompak untuk kabur saat ada kesempatan.

“Lapas kita sudah over capacity,” katannya.

Pemkab Aceh Tenggara, lanjutnya berharap agar relokasi Lapas Kutacane bisa segera terwujud. Pihaknya sudah menghibahkan lahan untuk bangunan baru lapas tersebut.

“Ini ada hikmahnya. Mungkin dengan kejadian ini, pemerintah pusat melalui Dirjen Lapas akan memutuskan dipercepat pembangunan Lapas tipe 2 di Kabupaten Aceh Tenggara,” terangnya. (*)