News  

Kronologi Napi Kutacane Kabur, Ini Kata Polisi

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Doni Sumarsono, SIK, MH, saat memimpin langsung penanganan pasca napis lapas Kutacane Kabur. Polisi jelaskan kronologi secara detail tentang keributan dan kejadian para napi Lapas Kutacane kabur. (doc/instagram @humaspolresacehtenggara)

KUTACANE – Petugas kepolisian akhirnya buka suara dan jelaskan kronologi puluhan napi di Lapasa Kutacane, bisa kabur pada Senin (10/3/2025) sore. Semua terjadi saat pembagian menu buka puasa di dalam lapas.

Peristiwa mengemparkan terjadi di Lapas Kutacane Kabupaten Aceh, yakni saat puluhan napi kabur. Mereka melarikan diri dengan cara lompati pagar utama, atau naik ke atap lapas. Aksi ini terjadi hanya beberapa saat sebelum waktu buka puasa.

Informasi yang beredar menyebutkan, para napi menggunakan berbagai metode untuk meloloskan diri. Ada yang melompati pagar depan lapas, memanjat tembok, hingga membobol atap sebagai jalur pelarian.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R Doni Sumarsono, SIK, MH merinci kronologi kejadian para napi Lapas Kutacane kabur. Dia menyebut, ada keributan di dalam lapas dan mulai terjadi pukul 18.15. Napi tersulut emosi karena pembagian menu buka puasa yang terlalu lama setelah petugas membaginya satu persatu. Hingga para napi saling dorong dan terjadi desak-desakan.

Sekitar pukul 18.25 WIB, sejumlah tahanan serentak melakukan keributan dan mendobrak pintu besi pembatas wilayah aman dalam Lapas. Setelah pintu besi roboh, para tahanan langsung berlari menuju pintu gerbang utama dan melawan petugas dalam upaya melarikan diri.

Para tahanan berlari kabur melali ruangan staf Lapas. Lalu naik ke atap setelah membobol plafon, seng kantor lapas hingga bisa kabur. Melihat ini, petugas Lapas segera mengejar para tahanan.

Namun mereka lupa kalau pintu gerbang utama belum tertutup sempurna,hingga jadi jalan napi kabur beramai-ramai.

AKBP R Doni Sumarsono, SIK, MH menjelaskan kalau kronologi ini berdasarkan penjelasan dari petugas Lapas Kutacane dan tahu persis saat para napi kabur.

Dia memastikan, ada 52 tahanan yang melarikan diri. Dari jumlah tersebut, petugas berhasil menemukan dan mengamankan 12 orang, sementara 40 lainnya masih dalam pencarian.

“Kami menghimbau agar napi yang masih kabur untuk bisa segera menyerahkan diri ke Polres Aceh Tenggara,” katanya seperti dalam video di akun instagram @humaspolresacehtenggara. (*)