News  

Liburan ke Jepang Tanpa Ijin, Lucky Hakim Minta Maaf ke Dedi Mulyadi

Lucky Hakim menyalami ASN di Indramayu usai memimpin Apel Bersama. Lucky Hakim kedapatan berlibur ke Jepang saat lebaran meski tidak ada izin Kemendagri. (doc/instagram @indramayuupdate).

BANDUNG – Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang kedapatan liburan ke Jepang, akhirnya mengaku salah. Dia meminta maaf secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Lucky Hakim kedapatan liburan ke Jepang bersama keluarga, selama masa lebaran. Namun dia tidak mendapatkan izin cuti dari Kementerian Dalam Negeri. Bahkan dia tidak mengindahkan larangan liburan ke luar negeri oleh pejabat negara.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan kalau Lucky Hakim sudah menghubunginya melalui pesan WA.

“(Lucky Hakim) Di WA juga sudah jawab dan minta maaf karena pergi (liburan ke Jepang) untuk memenuhi janji kepada anak-anak,” kata Dedi Mulyadi.

Menurutnya, saat ini Lucky Hakim dalam proses pemeriksaan di Kementerian Dalam Negeri. Pemprov Jawa Barat kini mencermati proses pemeriksaan di Inspektorat Jenderal.

“Nanti kita tunggu pemeriksaan irjen, nanti kesimpulannya seperti apa,” kata Gubernur Jawa Barat itu.

Dia lalu menyarankan agar semua Kepala Daerah di Jawa Barat, sadar akan posisi mereka sekarang sebagai pejabat negara dan harus taat pada aturan negara. Hingga tidak bisa serta merta melakukan apapun, meski dengan dalih untuk membahagiakan anak dan keluarga.

“Sekarang kita adalah pejabat negar, kita terikat pada peraturan negara. Walapun itu adalah keinginan anak-anak dan hak kita untuk memberikan kebahagiaan bagi anak-anak kita. Tapi kan bahagia tidak mesti ke Jepang,” terangnya.

“Meskipun latar belakangnya adalah artis. Tapi sekarang kita kan pejabat negara,” katanya lagi.

Akibat ulah nekat liburan ke Jepang tanpa izin, Lucky Hakim terancam sanksi berat dari Kementerian Dalam Negeri. Dia bisa saja kena skorsing selama 3 bulan dan harus menyerahkan jabatannya untuk sementara kepada Wakil Bupati.

Dia yakin, sanksi seperti ini akan membuat kepala daerah lain di Jawa Barat akan berpikir ulang untuk cuti dan liburan ke luar negeri tanpa izin.

“Pemeriksaan oleh Irjen ini warning bagi kepala daerah hinaga tidak ada yang berani lagi,” tegas Dedi. (*)