News  

Pohon Besar Tumbang dan Tutup Jalan, Polres Garut Gerak Cepat

Sebuah pohon besar tumbang dan menutup jalan di pusat kota Garut. Polisi dan petugas gabungan gerak cepat untuk membersihkan jalan yang tertutup pohon tumbang. (doc/instagram)

Garut – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Garut sejak Rabu (23/04/2025) malam menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menutup sebagian ruas Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis pagi (24/04/2025).

Pohon bersar yang tumbang hingga tutup jalan ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB hingga mengakibatkan arus lalu lintas terganggu.

Petugas gabungan yang terdiri dari personil Polres Garut, BPBD dan unsur lain bersama warga, langsung bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang yang melintang di tengah jalan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Garut, Ipda Ade Sulaeman, memimpin langsung proses evakuasi di lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi. Bersama BPBD dan warga, kami segera mengevakuasi pohon tumbang agar lalu lintas kembali normal. Tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang karena pengaturan arus lalu lintas langsung kami lakukan,” ujar Ipda Ade Sulaeman di akun instagram @polresgarut.

Evakuasi berlangsung kurang dari satu jam dan arus kendaraan kembali lancar menjelang pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pohon besar yang tumbang hingga tutup jalan, memang sering terjadi saat musim penghujan. Terlebih lagi saat puncak musim penghujan, ataupun di masa peralihan. Kedua momen ini sering menimbulkan cuaca esktrem, seperti munculnya hujan dan angin kencang yang mampu mennumbangkan pohon berukuran sangat besar hingga menimbulkan kerusakan.

Di sejumlah kesempatan, BMKG selalu mengingatkan ancaman bencana saat musim pancaroba seperti sekarang ini. Seperti terjadinya angin kencang, hujan deras sangat esktrem dan memunculkan fenomena hujan es.

Puncak musim penghujan ataupun pancaroba, juga bisa menimbulkan bencana tanah longsor atau tanah bergerak. Seperti yang terjadi di Desa Mendala Kecamatan Sirampog, Brebes. Tercatat 383 orang harus mengungsi karena rumah rusak akibat tanah bergerak. (*)