News  

Dedi Mulyadi Bagikan Bonus Rp25 Juta untuk Petugas Upacara. Duit dari Hasil Ngonten

Dedi Mulyadi saat bertemu warga. Dedi Mulyadi bagikan bonus Rp25 juta untuk petugas upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional dari hasil ngonten. (doc/instagram)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik setelah bagikan bonus total Rp25 juta petugas upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Sate, Bandung. Dedi menyebut uang ini dari kantong pribadi.

Dalam pidatonya, Dedi menyatakan bahwa bonus tersebut sebagai apresiasi bagi petugas upacara.

“Saya kasih bonus untuk petugas upacara hari ini, Rp25 juta untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Dapat uang saku, makan enak, tidur nyenyak, berubah mental, bajunya baru. Pulang dapat bonus, gratis lagi,” kata Dedi Mulyadi di video di kanal youtube Humas Jabar.

Selain itu Dedi Mulyadi bagikan bonus kepada petugas upacara lainnya. Nilainya juga sama yakni Rp25 juta.

“Tentunya untuk petugas yang lain, kita siapkan Rp25 juta,” kata dia.

Menanggapi pertanyaan publik soal sumber dana, Dedi memastikan bukan uang dari anggaran pemerintah. Namun Dedi Mulyadi memastikan, bonus yang dia bagikan merupakan hasil dari membuat konten di media sosial.

“Nanti di tanya lagi, itu duit darimana? Ladang ngonten,” ujar Dedi, merujuk pada hasil monetisasi konten dari media sosial pribadinya.

Dia menambahkan, tercatat ada 273 anak-anak sekolah di Jawa Barat yang terjaring program pendidikan karakter di barak milter. Mereka sekarang sudah memiliki mental yang lebih baik dan juga sehat.

“Sekarang tumbuh jadi anak-anak sehat, punya visi dan harapan dan sangat jauh dibandingkan dengan yang tidak ikut pelatihan,” tegasnya.

Petugas upacara sebelumnya merupakan peserta pendidikan karakter di barak militer selama 18 hari. Mereka mendapatkan berbagai pelatihan hingga bisa menjadi petugas upacara. Dan Dedi Mulyadi bagikan bonus tersebut bagi mereka yang terlibat dalam upacara di komplek Gedung Sate Bandung.

Dia mengaku kagum karena dalam kurun waktu tersebut, peserta sudah bisa dilatih menjadi petugas uapcara. Hingga dia berencana, petugas upacara saat 17 Agustus nanti juga merupakan peserta program tersebut. (*)