News  

Ini Rincian Kredit Sritex yang Nilainya Sangat Fantastis

Direktur Utama Sritex, Iwan S Lukminto saat ditahan Kejagung. Kejagung membuka rincian kredit Sritex ke banyak bank dan jumlahnya sangat fantastis. (doc/kejagung)

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka rincian sumber kredit yang mengalir dari berbagia bank ke PT Sritex. Total nilai kredit Sritex ini sangat fantastis. Sayang, kredit ini justru dipakai untuk keperluan lain seperti membeli aset perusahaan.

Kejagung tetapkan 3 tersangka kasus penyaluran kredit ke PT Sritex. 2 tersangka merupakan mantan petinggi bank daerah dan satu lagi adalah bos Sritex. Mereka menjadi tersangka dalam kasus penyaluran kredit BJB dan Bank DKI ke PT Sritex.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qohar, merinci 3 tersangka kasus kredit PT Sritex. Pertama adalah DS, mantan Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Jabar Banten pada 2020. Lalu ada ZM, Direktur Utama Bank DKI tahun 2020.

“Ketiga yaitu ISL, Direktur Utama PT Sritex,” katanya.

Dia lalu membuka rincian kredit Sritex dari berbagai bank di tanah air. Pertama dari Bank Jateng senilai Rp 395.663.213.800. Lalu dari BJB senilai Rp 543.980.507.170. Sedangkan dari Bank DKI mencapai Rp 149.007.085.018.

Selain itu, PT Sritex juga menerima kucuran kredit dari sidikasi BRI, BNI dan LPEI sebanyak Rp 2,5 T. Belum lagi dari 20 bank swasta. Namun Abdul Qohar tidak memberi rincian kredit Sritex di 20 bank swasta tersebut karena jumlahnya sangat banyak.

“Ini tidak saya sebut karena banyak sekali,” kata dia.

Tim Kurator Sritex telah menetapkan daftar piutang tetap pada Kamis, 30 Januari 2025. Total utang perseroan sebesar Rp 29,8 triliun dari 1.654 kreditur. Dari rincian kredit tersebut, Sritex mempunyai utang Rp 4,2 triliun ke bank BUMN dan bank daerah.

Kejagung menyebut, kredit PT Sritex yang belum dilunasi sampai dengan 2024 mencapai Rp 3,5 triliun. Akibat tumpukan hutang yang gagal bayar, pengadilan lalu menetapkan pailit. Pabrik ini lalu berhenti beroperasi sepenuhnya Februari 2025. (*)