CILACAP – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mengaku kaget karena bangunan Puskesmas Majenang 2 yang masih tergolong baru, ternyata sudah rusak di beberapa titik. Seperti plafom yang ambrol dan ruangan bocor.
Syamsul di akun instagram miliknya membagi saat memeriksa Puskemas Majenang 2. Bangunan puskesmas ini masih sangat baru tapi mulai rusak di sana sini.
Bupati melihat sendiri ada beberapa titik yang sudah rusak. Seperti plafon di atas garasi ambulance yang sudah ambrol. Demikian juga dengan titik lainnya. Dia bahkan sempat kaget ketika melihat ada ruangan di puskesmas tersebut yang ternyata sudah bocor.
Dia mendapati kalau bangunan puskesmas baru ini masih dalam masa pemeliharaan, tapi sudah mulai rusak. Artinya pemborong masih ada tanggung jawab jika memang terdapat kerusakan. Namun bangunan baru tersebut sudah rusak di beberapa titik.
Dia lalu berkeliling puskesmas yang dibangun melalui anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kembali, Bupati mendapati adanya kejanggalan. Salah satu plafon yang ambrol sudah pernah diperbaiki namun ambrol kembali.
Menurutnya, hal seperti ini tidak boleh terulang lagi. Dan peninjaun tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Cilacap. Karena dalam waktu dekat, akan ada lelang proyek pemerintah di bidang kesehatan.
“Kalau engga profesional, ya akan saya blacklist, nda akan kita pakai lagi. Blacklist ya blacklist,” ujar Syamsul di video tersebut.
Syamsul tidak tidak ingin memberi ruang bagi pemborong nakal yang sering mengurangi kualitas pekerjaan. Karena akibatnya, mutu proyek pemerintah akan menurun drastis. Salah satunya bangunan puskesmas tersebut yang masih baru tapi sudah rusak.
“Buat teman-teman di lapangan ga apa. Kalau ada pekerjaan pemerintah tapi dari pihak yang mengerjakan tidak profesional, laporkan saja. Nanti kita tindak tegas,” kata Bupati. (*)






