News  

Prabowo Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal

Prabowo peringati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 5 September 2025, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. (doc/instagram)

JAKARTA – Prabowo peringati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 5 September 2025, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Presiden menghadiri acara ini untuk mengenang hari kelahiran Nabi dan meneladani perjuangannya.

Prabowo peringati Maulid Nabi dengan mengajak umat Islam menjadikan peringatan ini sebagai momen refleksi. Presiden mengimbau masyarakat untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan risalah kenabian Rasulullah. Di Indonesia, umat Islam merayakan Maulid Nabi dengan menggelar doa bersama, mendengarkan ceramah, dan mengikuti pengajian.

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025) malam. Presiden hadir bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengikuti acara peringatan yang berlangsung khidmat.

Saat Prabowo peringati Maulid Nabi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya duduk di sisi kanan dan kirinya. Wakil Presiden Gibran terlihat duduk bersila di sebelah Teddy dengan mengenakan batik, celana hitam, dan peci hitam.

Prabowo bersama sejumlah pejabat tinggi negara. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BIN Muhammad Herindra, serta Ketua MPR Ahmad Muzani turut hadir mengikuti doa bersama.

Prabowo peringati Maulid Nabi dalam acara yang memulai rangkaian kegiatannya dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan khutbah bertema “Ekoteologi; Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri”.

Peringati Maulid Nabi, Doakan Kedamaian Bangsa

Saat Prabowo peringati Maulid Nabi, Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Islam meneladani Rasulullah dalam menjaga kebersamaan. Ia menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman dan meminta masyarakat tidak memperbesar perbedaan.

Dalam penutup ceramah, Nasaruddin memimpin doa bersama dan meminta seluruh jamaah membaca surah Al-Fatihah. Prabowo peringati Maulid Nabi bersama Gibran dan para pejabat negara, mendoakan kedamaian dan keberkahan untuk Indonesia.

Prabowo peringati Maulid Nabi sebagai momen penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Presiden Prabowo peringati Maulid Nabi dengan mengajak umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan kebaikan. Selain itu, beliau menegaskan bahwa umat Islam sebaiknya memanfaatkan momentum perayaan ini untuk memperkuat iman sekaligus mempererat ukhuwah antarumat.

Tak hanya itu, Prabowo juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi diri. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau umat Islam agar tidak sekadar merayakan acara ini secara seremonial, tetapi juga memahami makna mendalam di balik kelahiran Rasulullah.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang perayaan, melainkan juga kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Bahkan, Prabowo menekankan bahwa momen ini dapat memperkuat persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan memperkokoh persatuan antarumat Islam.

Akibatnya, jika makna Maulid Nabi benar-benar dihayati, maka kehidupan beragama dan bermasyarakat akan semakin harmonis. Terlebih lagi, umat diharapkan bisa meneladani akhlak mulia Rasulullah sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan. Akhirnya, melalui peringatan ini, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun bangsa dengan semangat cinta dan kedamaian. (*)