News  

SD Rusak Parah, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Perintahkan Secepatnya Relokasi SD 04 Boja

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti melihat denah SD 04 Boja Kecamatan Majenang, Cilacap, Selasa (9/9/2025). SD ini rusak akibat tertimpa bencana berupa gerakan tanah. (bercahayanews.com)

CILACAP – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memerintahkan agar proses relokasi SD 04 Boja Kecamatan Majenang, Cilacap, bisa segera terwujud secepatnya. Ini karena sudah ada lahan untuk relokasi oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. SD ini rusak akibat bencana alam berupa gerakan tanah.

“Ya, secepatnya kan. Ini Pak Kepala Sekolah hari ini akan ke Jakarta. Tanda tangan kontrak. Surat tugasnya. Insya Allah juga sudah ada surat tugasnya. Jadi bisa segera dimulai. Secara seksama dalam waktu yang sesingkat-singkat,” ujarnya saat meninjau SD 04 Boja, Selasa (9/9/2025).

Dia mengatakan, pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 6 Miliar untuk membangun gedung baru. Sementara lahan untuk relokasi SD ini seluas 1,7 ha. Dan sudah ada rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menambahkan, lokasi sekolah ini memang rawan terjadi bencana berupa gerakan tanah. Terbukti, sudah ada 1 ruang kelas SD ini harus dirobohkan akibat bencana alam.

“Ini kan memang sekolah yang sesuai dengan keadaan alamnya memang belum cukup aman. Jadi sekolah ini nanti kita relokasi di tempat yang baru, sudah ada gambarnya tadi, denahnya,” terangnya.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menambahkan, pemerintah sudah membangun talud di lokasi relokasi SD 04 Boja. Langkah tersebut setelah PVMBG memastikan lokasi ini aman dari ancaman gerakan tanah.

“Aman, sudah kajian geologi. Termasuk sekarang juga ada proses pembangunan talud,” katanya.

Dia menyebut, perbaikan SD yang rusak parah akibat bencana ini tidak bisa selesai tanpa bantuan pusat. Karena anggaran di Pemkab Cilacap sangat terbatas.

“Ini sudah kita programkan tapi memang karena keterbatasan anggaran. Sehingga tadi langsung ditindak lanjut dari Pak Menteri,” kata dia.

SD 04 Boja pertama kali rusak akibat bencana gerakan tanah pada 2019 lalu. Awalnya, kerusakan belum parah. Namun kemudian pergerakan tanah terjadi secara berkala. Akibatnya, seluruh ruang rusak dengan dinding ataupun lantai yang retak. (*)