News  

Akhir 2025, Surplus Beras Capai 3,8 Juta Ton

ilustrasi

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan, Indonesia akan mencatat surplus beras sebesar sebesar 3,8 juta ton pada akhir 2025. Produksi beras nasional tahun depan akan mencapai 34,77 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Jumlah ini lebih tinggi dari produksi 2024 yang mencapai 30,62 juta ton.

“Ini berkat kerja keras kita semua,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, proyeksi kebutuhan konsumsi beras nasional tahun 2025 sekitar 30,97 juta ton. Hingga Indonesia akan surplus beras 3,8 juta ton di 2025 ini.

Selain produksi yang meningkat, Amran menyebut kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan. Yakni 136,78 pada Januari 2025 menjadi 146,24 pada Oktober 2025.

“Kenaikan ini menandakan kesejahteraan petani semakin membaik,” tegasnya.

Untuk menjaga harga beras tetap stabil, lanjut Amran, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras. Satgas ini yang melibatkan Polri, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan pemerintah daerah.

“Satgas telah melakukan pengawasan di 5.648 titik di seluruh Indonesia. Mulai dari produsen, distributor, grosir, hingga pengecer. Kami juga membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah agar harga beras tetap terjangkau,” jelas Amran.

Satgas Pengendalian Harga Beras ini resmi dibentuk melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 375 Tahun 2025 pada 20 Oktober 2025. (*)