Kepala Basarnas Merinci Kendala Pencarian Korban Longsor di Cibeunying. Tinggi Tanah Longsor 15 Meter

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya Mohammad Syafii merinci kendala yang menghambat proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap. Kendala tersebut salah satunya tebalnya material longsor yang mencapai 15 meter. (doc/basarnas)

CILACAP – Kepala Basarnas RI Marsekal Madya Mohammad Syafii memastikan, ada sejumlah faktor yang menjadi kendala pencarian korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap. Salah satu faktor tersebut yakni material longsor dengan ketebalan mencapai 15 meter dan luas areal longsor mencapai 12 ha lebih.

Di tiap operasi pencarian korban bencana, Basarnas selalu menerapkan strtegi. Salah satunya menentukan titik lokasi korban, baik yang meninggal maupun masih ada tanda kehidupan. Jika memungkinkan, operasi dilakukan 1X24 jam penuh.

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya Mohammad Syafii menerangkan, ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pencarian korban longsor di Desa Cibeunying. Pertama adalah areal longsor yang mencapai 12 ha lebih. Hal ini membuat penentuan lokasi menjadi kendala tersendiri. Beruntung, Basarnas mendapatkan data detail dari perangkat desa setempat. Hingga titik pencarian sudah bisa ditentukan sejak hari kedua longsor.

Berikutnya adalah tinggi material longsor yang mencapai 15 meter. Ini menjadi kendala pencarian korban longsor karena material tanah mendorong korban dari lokasi awal.

“Areal luas dengan ketinggian 15 meter bisa seret korban dari titik awal,” kata dia.

Ketiga adalah cuaca yang tidak menentu, yakni dengan hujan deras tiap sore hari. Hal ini selalu memaksa Basarnas menghentikan operasi saat hujan turun.

Dia lalu mencontohkan operasi pencarian korban saat Ponpes Al Khoziny ambruk. Di sana, Tim SAR bekerja penuh selama 24 jam tanpa henti.

“Dari waktu yang ada denga alat berat yang kita miliki dan kondisi cuaca, ini yang menghambat. Sehingga operasi tidak bisa kita laksanakan secara terus menerus,” tegasnya.

Di hari ke 8, Tim SAR Gabungan tidak menemukan korban longsor di Desa Cibeunying. Pencarian akan dilanjutkan pada Jumat untuk mencari 3 korban tersisa. (*)