CILACAP – Tepat di hari ke 10 operas SAR korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Sabtu (22/11/2025) menjadi akhir pencarian seluruh korban. Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama seluruh pihak terkait memastikan, operasi SAR korban longsor di Cibeunying resmi berakhir. Meski begitu, tersisa 2 korban yakni Maysarah Salsabila (12) di sektor A1 dan Vina (16) B1.
Setelah apel operasi penutupan SAR, Bupati bersama seluruh jajaran Forkompinda, Basarnas dan relawan melalukan sholat ghoib di lokasi bencana longsor. Setelah itu, seluruh pihak melalukan tabur bunga bersama keluarga korban yang masih tertimbun longsor.
Selama prosesi ini, kelaurga korban nampak tak kuasa menahan rasa sedih. Mereka beberapa kali menyeka air mata dan terus berusaha tegar. Seperti Tarkim dan Erwanto, orang tua dari kedua korban. Mereka terus didampingi anggota keluarga lainnya yang justru nampak lebih terpukul.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menegaskan, operasi SAR di Desa Cibeunying resmi berakhir. Namun di lokasi ini masih ada 2 korban yang belum terangkat.
“Salsabila 12 tahun dan Vani 14 tahun. Masih ada ada 2 perempuan,” ujarnya.
Meski operasi SAR di Cibeunying resmi berakhir, Basarnas tetap membuka kemungkinan untuk turun ke lokasi. Terutama jika memang ada tanda-tanda kedua korban tersebut. Basarnas akan menurunkan tim untuk mengevakuasi korban.
“Tadi sudah disampaikan, Basarnas terbuka sepanjang ada tanda-tanda penemuan korban,” katanya.
Bupati menyampaikan, operasi SAR di Cibeunying berakhir setelah berjalan 10 hari. Terhitung dari Kamis (13/11/2025), atau beberapa jam setelah ada laporan longsor di sana.
“Sejak Kamis malam, petugas dari TNI, Polri, Basarnas dan relawan sudah melakukan pencarian. Ini artinya Kamis itu juga sudah mulai hari pertama operasi SAR,” tegasnya. (*)






