ACEH – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan langkah teknis berskala besar berupa pengerukan sungai di Sumatera, khususnya di Aceh. Normalisasi sungai ini mulai dari dari laut hingga ke hulu. Sjafrie menyampaikan usulan tersebut saat memberikan laporan dan paparan teknis kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menhan menilai, sungai rusak parah akibat bencana yang terjadi November 2025. Hingga dia menilai butuh penanganan jangka panjang.
“Melihat dampak kerusakan yang cukup besar, kita harus menyiapkan langkah teknis yang akan kita kerjakan dalam waktu cukup panjang,” kata Sjafrie seperti tayang di akun YouTube Sekretariat Presiden.
Menhan mencontohkan kondisi Sungai Tamiang yang saat ini mengalami pendangkalan. Salah satu sungai yang meluap di Sumatera itu, harus ada pengerukan dari laut sampai hulu.
“Kami mengusulkan dua kegiatan sekaligus. Yaitu pendalaman sungai dan pengerahan alat berat yang bisa masuk dari laut sambil membersihkan kayu-kayu serta material lainnya. Ini merupakan upaya besar yang harus kita kerjakan,” ujarnya.
Sjafrie menjelaskan, sudah ada pembahasan pengerukan sungai di Sumatera bersama Wakil Panglima TNI Angkatan Darat. Selain mengeruk Sungai Tamiang, pemerintah pengerukan di beberapa wilayah di Sumatera. Seperti di Kabupaten Bireuen dan juga Sibolga.
“Tidak hanya Sungai Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Di Aceh kita lakukan secara menyeluruh, dan nanti kita lihat kemungkinan di Sibolga,” jelas Sjafrie.
Melalui metode ini, kapal pengangkut alat berat dapat langsung menjangkau lokasi terdekat melalui jalur laut dan sungai. Ini lebih memungkinkan karena mengangkut alat berat melalui jalur darat lebih lambat dan berisiko. Belum lagi dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih.
“Dengan cara ini, kapal tidak perlu membawa alat berat lewat jalur darat. Alat berat bisa langsung masuk ke titik terdekat melalui sungai. Ini usulan kami dan saya kira ini usulan yang baik,” tegasnya. (*)






