Jembatan Gantung Rusak di Lampung, Puluhan Pelajar Tetap Nekat Melintas

istimewa

LAMPUNG – Kondisi jembatan gantung rusak di Lampung dan membuat perjalanan siswa sekolah menjadi penuh ancaman. Mereka terpaksa melintasi jembatan yang sudah rusak ini agar tidak terlambat ke sekolah. Demikian juga dengan warga Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah yang nekat melintasnya.

Salah satu jembatan gantung di Lampung ini rusak sejak 17 Januari 2026. Ini terjadi setelah ada mobil yang memaksa melintasi jembatan penghubung Kampung Tanjung Ratu dan Kampung Purnama Tunggal itu.

Sedikitnya 30 pelajar setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk pergi ke sekolah meski kondisinya nyaris putus dan membahayakan keselamatan. Para siswa tetap memilih jalur itu karena mereka tidak memiliki akses alternatif yang terjangkau.

Guru SMP Negeri Way Pengubuan, Hartono, mengatakan kerusakan jembatan berdampak langsung pada aktivitas siswa. Khususnya pelajar SMP dan SMK yang berasal dari Kampung Purnama Tunggal. Para pelajar harus memutar dengan jarak tempuh lebih dari 10 km.

“Kerusakan jembatan ini sangat menghambat aktivitas siswa. Mereka tetap melintas karena jika memutar, jaraknya cukup jauh dan membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Hartono, Selasa (10/2/2026).

Warga setempat juga terus menggunakan jembatan gantung tersebut karena menjadi satu-satunya akses tercepat antarwilayah. Jembatan yang dibangun pada 1973 itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan yang ada di jembatan tersebut membutuhkan perbaikan segera untuk mencegah kecelakaan.

Salah satu pelajar, Afrizal, berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera memperbaiki jembatan tersebut. Dengan demikian, perjalanan siswa ke sekolah bisa lebih aman dan lancar. Selain itu, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.

“Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki supaya kami bisa berangkat sekolah dengan aman dan tidak terlambat,” kata Afrizal. (*)