JAKARTA – KBRI di Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan langkah cepat untuk memulangkan WNI di Dubai dan Abu Dhabi yang tertahan akibat gangguan penerbangan massal. Tercatat sebanyak 41 WNI masih berada di dua kota tersebut setelah otoritas setempat menutup ruang udara sejak 28 Februari.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan maskapai penerbangan guna mempercepat proses pemulangan WNI dari UAE.
Dubes RI untuk UEA, Judha Nugraha mengatakan, mayoritas WNI di Dubai ataupun Abu Dhabi merupakan penumpang transit. Saat ini, KBRI terus menjalin komunikasi intensif dengan beberapa maskapai.
Namun, proses pemulangan WNI di ini menghadapi kendala logistik. Di sana ada lebih dari 20.000 penumpang internasional terjebak. Untuk sementara, maskapai memprioritaskan rute dengan jumlah penumpang terbesar.
“Jumlah penumpang menuju Jakarta relatif sedikit sehingga membutuhkan pengaturan khusus,” ujar Judha.
Untuk mengatasi keterbatasan penerbangan langsung, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario pemulangan WNI di Dubai. Pertama, pemerintah mengalihkan penerbangan menuju hub Asia Tenggara seperti Singapura atau Bangkok sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Kedua, pemerintah membuka opsi jalur darat menuju Oman. Para WNI dapat menempuh perjalanan lintas batas ke Muscat dan melanjutkan penerbangan melalui Bandara Internasional Muscat yang masih beroperasi normal.
Ketiga, pemerintah menjajaki kemungkinan pemulangan melalui jalur umrah dengan memanfaatkan bandara di Jeddah atau Madinah, Arab Saudi, yang tetap melayani penerbangan internasional.
Pemerintah menegaskan perlindungan dan keselamatan WNI di UAE menjadi prioritas utama. Satuan tugas di Abu Dhabi dan Dubai terus memantau kondisi para WNI serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa tunggu pemulangan.
Seperti diketahui, sejumlah negara di Timur Tengah menutup wilayah udara mereka. Ini setelah terjadi serangan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Teheran lalu meluncurkan serangan balasan dan menyasar pangkalan militer AS di sejumlah negara di kawasan Teluk. (*)






