• Jum. Jun 19th, 2026

BMKG Ingatkan Karhutla Ancam Jambi saat Puncak Musim Kemarau

ilustrasi

JAMBI – BMKG meminta semua pihak siaga menghadapi karhutla saat puncak kemarau di Provinsi Jambi. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan yang sangat rendah sejak awal Agustus. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa wilayah Jambi biasanya memasuki saat puncak kemarau pada Juli hingga Agustus. BMKG memprediksi curah hujan hanya akan berkisar 20–50 mm selama periode ini.

Peta kemudahan terbakar menunjukkan sebagian besar Jambi berada dalam kategori rendah. Namun, zona merah dan kuning muncul di wilayah utara Jambi, yang berisiko tinggi mengalami karhutla saat puncak kemarau.

BMKG memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah rawan. Mereka mengincar lokasi yang mudah terbakar untuk mencegah meluasnya saat puncak kemarau.

Dwikorita menyebut pelaksanaan OMC pada awal Juni berjalan efektif. Hujan turun hampir setiap hari dan berhasil menurunkan risiko saat puncak kemarau secara signifikan.

Tim BMKG belum mendeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Namun, mereka terus memantau wilayah Jambi yang mulai mengering akibat karhutla saat puncak kemarau.

Sebelas stasiun pemantau di Muaro Jambi mencatat kondisi air tanah yang sangat rendah. BMKG menilai kawasan ini berpotensi mengalami karhutla saat puncak kemarau sehingga perlu patroli intensif. Tim gabungan kementerian menggelar patroli udara di Desa Gambut Jaya. Mereka menilai tutupan lahan dan titik rawan yang berpotensi memicu karhutla saat puncak kemarau.

Menteri LHK, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti pentingnya pengawasan wilayah gambut. Ia menegaskan kawasan tersebut sangat rentan terkena puncak kemarau jika tidak dikelola dengan baik.

Hanif mengajak seluruh pihak bekerja sama mencegah bencana. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jambi dalam mengoordinasikan upaya penanganan saat puncak kemarau.

Kepala BNPB, Gubernur Jambi, dan pejabat lintas sektor hadir dalam rapat koordinasi. Mereka sepakat memperkuat sinergi menghadapi ancaman karhutla saat puncak kemarau dan cuaca ekstrem. (*)

By