CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji pastikan kalau BPBD setempat selalu dalam kondisi siaga. Kesiap siagaan ini untuk menghadapi cuaca esktrem berdasarkan peringatan dini dari BMKG.
MKG ingatkan masyarakat akan adanya cuaca ekstrem sepekan in. Mulai Sabtu (10/9/20220) sampai dengan Jumat (16/9/2022). Cuaca ekstrem ini berupa hujan lebat dan disertai angin kencang.
Bupati menegaskan, peringatan dini BMKG akan adanya cuaca ekstrem menjadi satu langkah antisipatif dan harus menjadi perhatian bersama.
“Saya saya sudah intstruksikan agar di BPBD tidak ada orang tidur. Jam berapapun harus siap,” ujar Bupati saat meninjau tanah longsor di Desa Palugon Kecamatan Wanareja, Cilacap, Minggu (11/9/2022).
“Dengan adanya peringatan dari BMKG, ini apa sih? Ini untuk mengantisipasi akan ada hujan deras 2 hari berturut,” kata dia.
Menurutnya, posisi yang selalu siaga menjadi sebuah keharusan bagi BPBD menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Faktor utama karena tingginya intensitas bencana di Cilacap.
“Karena (wilayah) kita sudah jadi mall bencana. Mulai puting beliung, tanah longsor, banjir, tsunami dan sebagainya,” katanya.
Tatto mengaku sempat mengetes posisi BPBD yang selalu siaga dengan cara menghubungi Kepala Pelaksana pada jam 1 dini hari. Dan ternyata langsung mendapatkan respon yang menandakan BPBD Cilacap selalu siaga 24 penuh.
“Saya telpon Kalak (BPBD) jam 1 malam dan bangun. Dia cerita ada kejadian di sini di sini. Ini artinya BPBD tidak tidur,” katanya.
Dia berharap agar ada kerja sama dari semua pihak untuk mengantisipasi bencana. Karena pada dasarnya BPBD Cilacap tidak bisa bekerja sendirian. Tapi harus ada dukungan dari dinas lain sampai dengan lapisan masyarakat terbawah.
Termasuk saat ada penanganan longsor di Desa Palugon. Jalan di sana tertutup longsor hingga harus ditangani secara manual. Warga bersama aparat gabungan, relawan dan karyawan Perhutani membuang timbunan material longsor.
“Saya terima kasih kepada Pak Camat, Pak Kades, Polsek, Koramil, relawan dan semuanya saja. Ini membuktikan gotong royong masih ada di Cilacap,” tegasnya. (*)
