CILACAP – Gegera mengalami depresi, seorang pria di Cilacap nekat loncat dari tower BTS, di Desa Sarwadadi Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Selasa (22/11/2022). Korban langsung meninggal dunia di lokasi akibat loncat dari tower setinggi 80 meter.
Sejumlah saksi mengatakan, korban pertama kali terlihat sekitar pukul 10.30. Dia melihat korban tengah memanjat tower.
Mendapati gelagat ini, saksi lalu meminta korban untuk turun. Hanya saja, permintaan saksi tidak digubris korban. Dia terus memanjat tower BTS hingga sampai di titik puncak.
Saat sudah berada di atas tower inilah, korban sudah tidak peduli lagi dengan kondisi sekitar. Termasuk teriakan saksi agar dia turun. Korban kemudian loncat dari tower BTS setinggi 80 meter itu.
Aksi terjun bebas ini berujung dengan meninggalnya korban. Dia mengalami luka patah kaki di bagian paha. Sementara hidung dan mulutnya juga penuh luka akibat benturan keras.
Plt Kapolresta Cilacap, AKBP Eko Widiantoro mengatakan, petugas gabungan langsung mengevakuasi tubuh pria itu bersama petugas gabungan.
“Korban segera kita evakuasi,” katanya melalui Kasi Humas Polresta Cilacap Iptu Gatot Tri Hartanto.
Namun dia tidak merinci identitas pria tersebut. Mulai dari nama dan juga alamat lengkap. Dia hanya mengatakan, aksi pria loncat dari tower BTS ini karena mengalami depresi. Dia sebelumnya ditinggal pergi oleh istri dan keluarganya.
Selain itu, korban juga sempat melakukan upaya mengakhiri hidupnya dengan cara berbeda. Dan puncak dari depresi ini, pria tersebut nekat terjun dari tower berketinggian 80 meter.
“Kami menduga korban mengalami depresi,” tegasnya. (*)
