• Kam. Jun 18th, 2026

Dukung Argi Menguat, Papan Bunga Bermunculan di Stasiun

Dukung Argi terus menggema setelah kasus dugaan kehilangan tumbler Tuku di KRL Tanah Abang Rangkasbitung mencuat ke publik. (doc)

JAKARTA – Dukung Argi terus menggema setelah kasus dugaan kehilangan tumbler Tuku di KRL Tanah Abang Rangkasbitung mencuat ke publik. Warga ramai menyuarakan pembelaan bagi petugas PT KAI tersebut, kini tak hanya melalui media sosial tetapi juga lewat papan bunga yang ditempatkan di sejumlah titik.

Pada Kamis (27/11/2025) malam, papan bunga bertulis dukungan untuk Argi berdiri di depan pintu masuk Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan. Penumpang yang melintas tampak berhenti sejenak untuk memotret karangan bunga itu. Salah satu pesan berbunyi, “Kembalikan pekerjaan Argi. Jangan pecat Argi. Argi sudah jujur dan bertanggung jawab,” serta “Buka CCTV untuk bersihkan nama baik Argi,” atas nama pengguna KRL Commuterline.

Dukungan Menguat Setelah Tuduhan Kehilangan Tumbler

Isu pemecatan Argi bermula dari unggahan seorang penumpang bernama Anita di Threads. Ia mengaku kehilangan tumbler Tuku setelah tasnya tertinggal di kereta. Saat Anita melapor, petugas memeriksa gerbong wanita, menemukan tasnya, dan mengirimkan foto barang-barang di dalam tas, termasuk tumbler yang dimaksud. Namun, tumbler itu kemudian tidak kembali bersamaan dengan barang lain.

Argi menjelaskan bahwa ia menerima tas dari petugas lain dan meletakkannya di ruang jaga karena kondisi stasiun sedang ramai. Ia mengaku tidak sempat memeriksa isi tas dan bahkan menawarkan mengganti tumbler tersebut, tetapi Anita dan suaminya menolak dan memilih membawa kasus ini ke media sosial. Dalam pesan kepada suami Anita, Argi menyampaikan bahwa ia bukan pelaku dan merasa terpukul karena viralnya tudingan tersebut.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rosyidin memastikan bahwa perusahaan tidak memecat Argi. Ia menegaskan kabar mengenai pemberhentian petugas itu tidak benar. Bobby menegaskan, “Enggak ada orang itu yang kami pecat.”

Setelah kasus semakin ramai dan dukung Argi kian luas, Anita bersama suaminya, Alvin, muncul dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik serta kepada Argi. Anita menyatakan bahwa unggahannya tidak bijak dan memicu kesalahpahaman. “Dari lubuk hati kami yang paling dalam kami sangat meminta maaf,” ucapnya.

Masyarakat terus menyuarakan dukungan untuk Argi karena simpati terhadap petugas yang kehilangan mata pencaharian akibat tuduhan itu. (*)

By