CILACAP – Youtuber kenamaan, Guru Gembul akhirnya mau datang ke Universitas Komputama (UNIKMA) di Cilacap untuk menjadi keynote speaker, Kamis (30/10/2025). Dia mengaku sempat khawatir menerima undangan dari kampus yang berbasis pondok pesantren. Terlebih lagi dengan banyaknya ancaman yang dia terima dari sejumlah pihak.
UNIKMA menggelar Diskusi Hari Santri Nasional 2025 bertajuk ‘Warna-warni Pesantren dan Iramanya’ di auditorium kampus. Guru Gembul hadir sebagai keynote speaker bersama Prof DR Fathul Aminudin Aziz, MM dengan moderator yakni Rektor UNIKMA, Dr Fikria Najitama, MSI.
Guru Gembul dalam kesempatan itu mengaku kagum dengan keberadaan UNIKMA yang ada di sisi barat Kabupaten Cilacap itu.
“Di sini saya melihat santrinya, kiainya, ruangannya, semuanya itu menunjukkan bahwa ini adalah lembaga pendidikan yang sangat, ya tidak sangat-sangat sempurna. Tapi direkomendasikan untuk mengenyam pendidikan Islam,” ujarnya.
Dia menambahkan, lembaga pendidikan tinggi berbasis pondok pesantren ini sudah menerapkan rekomendasi ahli pendidikan. Yakni membekali peserta didik dengan kemampuan penguasaan tekhnologi dan memadukannya dengan pertanian.
“Ada pesantren yang bukan hanya mampu beradaptasi. Tetapi juga mengkampanyekan kehidupan yang lebih adaptatif, lebih modern. Yaitu dengan berbagai tanaman, termasuk durian itu. Kemudian ada teknologi yang berhubungan dengan artificial intelligence dan digitalisasi, kemudian kemandirian dan sebagainya,” terangnya.
Fathul Aminudin Aziz menambahkan, lembaganya berupaya menjadi pionir dalam menghubungkan nilai-nilai pesantren dengan teknologi modern.
“Tagline kami bersifat ideologis dan digital ekonomis. Nilai-nilai asas menjadi pegangan, namun kami imbangi dengan penerapan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Sementara, Rektor UNIKMA Dr Fikria Najitama menjelaskan kini UNIKMA tengah mengembangkan sejumlah inovasi berbasis digital, salah satunya penerapan barcode system di bidang pertanian yang memungkinkan masyarakat mengetahui riwayat tanam hingga pemupukan suatu tanaman.
“Ini bentuk nyata bagaimana teknologi bisa mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan kebijakan pemerintah,” ucap Fikria. (*)
