CILACAP – Harga beras di tengah naik tinggi akibat pengaruh kemarau panjang. Di tingkat pengecer, harga beras sekarang mencapai Rp 13.500 per kg. Harga beras yang mulai naik ini terjadi sejak awal Agustus 2023.
Saat ini, sebagian besar petani di Kabupaten Cilacap sudah mengalami panen. Hanya saja, produksi mereka turun akibat pengaruh minimnya pasokan air dan kesulitan petani mendapatkan pupuk. Akibatnya, pasokan beras ke pasar tradisional berkurang dan membuat harga naik tinggi.
Omih, salah satu warga Desa Sindangsari Kecamatan Majenang, Cilacap mengatakan, harga beras sekarang mencapai Rp 13.500 per kg. Harga tersebut umum ketika warga membeli beras di warung pengecer
“Baru saja beli. Harganya sudah Rp 13.500,” katanya, Senin (4/9/2023).
Ketua Gabungan Paguyuban Petani Pengguna Air Kecamatan Majenang, Wahyudi mengakui harga beras sudah naik sejak awal Agustus 2023. Ini bertepatan dengan mulainya masa puncak kemarau tahun ini.
“Kalau sekarang bukan harga naik. Tapi ganti harga,” kata dia.
Dia menjelaskan, harga di tingkat pengecer memang sudah tinggi. Meskipun untuk beras jenis pasaran seperti varietas IR dan sejenisnya. Harga beras tipe medium, tentu akan lebih mahal lagi. Demikian juga dengan beras tipe premium.
“Rp 13 ribu itu untuk jenis IR. Kalau medium beda lagi,” katanya.
Menurutnya, penyebab kenaikan harga beras adalah faktor kemarau panjang. Ini membuat produksi beras para petani menurun. Seperti petani yang bergantung pada pasokan air dari Bendung Cileumeuh. Mereka mengalami penurunan panen sampai 2 persen karena pasokan air menurun drastis.
Sementara belum semua petani di Cilacap mengalami panen. Seperti petani di wilayah barat Kabupaten Cilacap. Sebagian petani di sana masih belum menikmati panen. Baru petani di Kecamatan Patimuan dan sekitarnya yang mengalami panen.
“Yang sudah panen kan petani di Patimuan, meski harga masih hangat. Kalau Majenang belum panen,” katanya.
Dia melihat, harga beras yang naik ini membawa keberuntungan bagi petani berkat harga tinggi tersebut.
“Ini jadi keberuntungan petani,” tegasnya. (*)
