Implementasi Pendidikan Pancasila di Tanah Papua

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua.(doc/Kemendikdasme)

JAYAPURA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua menggelar Temu Wicara Implementasi Pendidikan melalui Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila di satuan pendidikan se-Tanah Papua, Kamis (14/8). Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) turut mendukung kegiatan ini melalui Deputi Bidang Pengkajian dan Implementasi PIP.

Kepala BPMP Provinsi Papua, Junus Simangungsong, menegaskan bahwa PIP menjadi fondasi utama pembentukan karakter bangsa. Melalui Implementasi Pendidikan, kegiatan ini memperkuat sinergi antara satuan pendidikan, dinas pendidikan, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di sekolah.

Junus juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan harus bersinergi agar nilai Pancasila benar-benar tertanam dalam diri generasi muda. Dengan Implementasi Pendidikan yang konsisten, BPMP Papua terus memfasilitasi program kebangsaan agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter tangguh, toleran, dan siap menghadapi tantangan global.

Harapan untuk Implementasi Pendidikan di Papua

Junus menambahkan bahwa BPMP bersama Pemerintah Daerah berkomitmen memperkuat Implementasi Pendidikan melalui Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila. Ia berharap kolaborasi ini berjalan baik agar peserta didik Papua memahami PIP secara mendalam.

Direktur Pengkajian Implementasi PIP, Irene Camelyn Sinaga, mengapresiasi dukungan BPMP Papua dalam menyukseskan temu wicara. Menurut Irene, kerja sama ini menunjukkan betapa pentingnya Implementasi Pendidikan di Tanah Papua.

Irene juga menegaskan bahwa Papua sebagai bagian dari NKRI harus melahirkan generasi berkarakter kuat. Dengan Implementasi Pendidikan berbasis Pancasila, generasi muda dapat tumbuh sebagai pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan bangsa secara bijak.

Kegiatan temu wicara berakhir dengan diskusi interaktif yang melibatkan narasumber dan peserta. Mereka saling berbagi ide, pengalaman, dan strategi untuk memperkuat Implementasi Pendidikan Pancasila di seluruh satuan pendidikan di Tanah Papua. (*)

Exit mobile version