KIP Kuliah Nyalakan Asa, Tio Rindu Raih Mimpi ke Perguruan Tinggi

Program KIP kuliah nyalakan asa kembali membuka jalan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satu penerimanya adalah Tio Rindu, gadis asal Meulaboh, Aceh Barat, yang kini resmi menjadi mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Teuku Umar.(doc/Mendiktisaintek)

ACEH BARAT – Program KIP kuliah nyalakan asa kembali membuka jalan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satu penerimanya adalah Tio Rindu, gadis asal Meulaboh, Aceh Barat, yang kini resmi menjadi mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Teuku Umar.

KIP kuliah memberikan harapan baru bagi Tio, putri pasangan Sulaiman S. dan Winaria. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani di usia 64 tahun, sedangkan ibunya mengurus rumah sambil sesekali membantu di ladang. Di tengah keterbatasan itu, semangat Tio untuk belajar tak pernah surut.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, bersama Rektor Universitas Teuku Umar dan Kepala Desa setempat menyerahkan KIP kuliah secara simbolis di rumah Tio, Kamis (9/10/2025). Dalam kesempatan itu, Tio mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi dosen dan membahagiakan orang tuanya.

Sejak sekolah dasar, Tio Rindu selalu berprestasi dan sering meraih piala lomba akademik. Meski mengalami gangguan penglihatan berat dengan minus 20, semangatnya tidak padam. KIP kuliah nyalakan asa memberinya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani masalah biaya.

“Saya ingin menjadi dosen. Itu cita-cita saya sejak kecil. Setidaknya saya ingin mengubah nasib keluarga saya,” ujar Tio penuh haru.

KIP Kuliah Nyalakan Asa Hadirkan Peluang Setara bagi Anak Bangsa

Dirjen Dikti Khairul Munadi menegaskan, pemerintah berkomitmen menghadirkan akses pendidikan tinggi yang adil dan inklusif lewat KIP Kuliah. “Kami ingin memastikan tidak ada potensi anak Indonesia yang terhenti hanya karena persoalan biaya,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Teuku Umar, Ishaq Hasan, menyebut kampusnya berkomitmen menjadikan KIP kuliah nyalakan asa sebagai sarana pemberdayaan. “Kampus harus menjadi rumah bagi mahasiswa untuk tumbuh. KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya, tetapi dorongan agar mereka percaya diri menatap masa depan,” ujarnya.

Program KIP kuliah nyalakan asamenjadi bukti nyata pemerintah dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang merata dan berkualitas di seluruh pelosok negeri. Dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyalakan harapan baru bagi anak bangsa untuk bermimpi dan berprestasi.

Tim Kementerian menutup kunjungan itu dengan momen mengharukan yang meninggalkan kesan mendalam. Ia juga membelikan sepasang kacamata baru agar Tio dapat belajar dengan lebih nyaman.

Dari gubuk kecil di Aceh Barat, KIP kuliah nyalakan asa menuntun Tio melihat dunia yang lebih luas. Bagi Tio dan ribuan penerima lainnya, pendidikan menjadi kunci untuk menembus batas kemiskinan dan menyalakan masa depan yang lebih cerah. (*)

Exit mobile version