• Kam. Jun 18th, 2026

Mahfud MD Geram Pada Pejabat yang Komentari Taggar Kabur Aja Dulu

ilustrasi

JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD sangat geram terhadap pejabat yang berkomentar atas taggar kabur aja dulu. Menurutnya, komentar pejabat tersebut sangat mencerminkan sosok yang tidak sadar diri akan keadaan di tanah air.

Komentar ini menjadi sindiran atas pernyataan Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer. Wamen mempersilahkan orang untuk kabur ke luar negeri. Tapi dengan syarat mereka tidak perlu kembali ke tanah air.

Menurut Mahfud MD, pernyataan pejabat seperti ini menjadi bukti mereka tidak sadar kenapa tagar kabur aja dulu sampai muncul.

“Orang mau cari selamat, kabur biar bisa hidup tapi nda boleh pulang,” katanya di kanal youtube Mahfud MD Official dengan nada marah.

“Bukannya malah sadar kalau di Indonesia perlu dibersihkan,” katanya.

Pernyataan pejabat tersebut, mengingatkan kembali pada statemen Amin Rais yang mengusik Mahatir Mohammad di era 2000-an. Saat itu, Amin Rais menyebut Mahatir sudah bertindak sewenang-wenang kepada Anwar Ibrahim. Sontak Mahatir memberikan jabawan singkat dan menohok.

“Amin Rais nda usah banyak ngomong, ngurusi negara lain. Wong bangsanya sendiri menjadi pekerja ilegal di sini,” katanya.

“Itu karena di dalam negeri sendiri, kita nda bisa ngurus,” katanya.

Menurutnya, mereka yang kabur ke luar negeri demi mendapatkan pekerjaan dengan gaji mencukupi. Hingga mereka kerap harus berjuang mati-matian, agar bisa mencukupi keluarga di tanah air. Mulai dari bekerja di hutan, laut dengan menjadi anak buah kapal, dan lainnya.

Dan bagi yang punya keahlian atau pendidikan bagus, bisa mendapatkan gaji lebih tinggi lagi.

“Kabur aja dulu harus dimaknai orang ingin mencari keadilan (karena) susah di dalam negeri,” kata Mahfud MD.

“Indoensia sudah baik lho, mengatakan kabur aja dulu mengikuti faham agar negara tidak rusak saya tidak memberontak, kan gitu,” terangnya.

Dia lalu menyebut, akhir 2023, Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai buruh migran mencapai 9 juta orang. Dari jumlah itu, 4,5 juta merupakan pekerja ilegal.

“Mereka kabur karena mempertarungkan hidup,” tegasnya. (*)

By