JAKARTA – Harun Masiku sampai saat ini masih buron dan menjadi DPO penyidik KPK. Dia sudah menghilang sejak KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua KPU RI, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina. Setelah itu, petugas tidak pernah mengetahui secara pasti keberadaan Harun Masiku.
Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo menyebutkan, ada yang aneh dengan Harun Masiku yang masih buron. Semestinya, dia sudah bisa memperlihatkan diri setelah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto resmi menjadi tersangka.
“Ada hipotesis, kalau Harun Masiku tidak ketangkep, Hasto akan sulit jadi tersangka. Nah sekarang kebalik, Hasto sudah jadi tersangka, harusnya Harun Masiku keluar dong,” ujarnya di podcast youtube Dedi Corbuzier.
Menurutnya, keterangan Harun Masiku bisa menjadi pembuka kotak pandora atas keterlibatan Hasto dalam kasus suap terhadap Ketua KPU RI. Dan pernyataan dari buronan KPK ini, bisa saja meringankan Hasto.
“Dan kalau keluar, bisa jadi akan menguntungkan Pak Hasto. Misal uang suap bukan dari Pak Hasto. Dia akan mengatakan Pak Hasto tidak terlibat sama sekali dalam suap yang saya lakukan. Kan bisa ngomong gitu,” terangnya.
Namun dia ragu Harun Masiku mau keluar dari persembunyiaan dan memberikan keterangan. Pertama, karena dia pelaku kasus suap atas Ketua KPU. Jika dia memperlihatkan diri, maka KPK akan segera menangkapnya.
Kedua, Yudi mengaku curiga kalau selama ini ada pihak yang mendanai pelarian Harun Masiku. Karena untuk sembunyi selama 5 tahun, tentu butuh biaya besar.
“Harun Masiku masih buron, disembunyikan dan didanai untuk tetep menghilang. Pengalaman saya, koruptor kalau tertangkap itu di apartemen, townhouse, penthouse elit, ya rumah mewah lah,” katanya.
Dan untuk bisa menangkap Harun Masiku, dia percaya ada dua cara.
“Pertama, jika ada informan yang melapor. Atau, dia menyerahkan diri,” katanya. (*)






