CILACAP – Masyarakat yang solid dan berdaya dalam bingkai kebangsaan, bukan sebuah utopi semata. Namun menjadi sebuah kekuatan bagi bangsa dalam menghadapi kondisi pasca pandemi.
Hal ini terungkap saat Sosialisasi MPR RI tentang 4 Pilar Kebangsaan, Sabtu (20/5/2023). Agenda ini melibatkan 150 orang warga di Balai Pertemuan Kedungreja Kecamatan Kedungreja, Cilacap.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih memaparkan, masyarakat harus solid dan berdaya menghadapi kondisi pasca pandemi. Dengan demikian, tiap tugas seberat apa pun akan terasa ringan.
“Untuk menuju hidup maju bukanlah tugas satu orang, bukan juga tugas sekelompok orang saja. Tapi sudah menjadi keharusan tugas semua orang. Masyarakat solid, berdaya dalam kebersatuan untuk mengatasi masalah bersama. mengingatkan kita pada sebuah peribahasa, berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” ujar Teti.
Teti juga menambahkan bahwa soliditas selalu mencakup tiga hal, yaitu pikiran, perasaan, dan tindakan. Maka, dalam suatu masyarakat maju dan berkembang sudah memahami pengembangan perkonomian tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Dalam masyarakat yang solid harus memiliki kesepahaman dalam pemikiran, keterikatan perasaan, dan tindakan nyata untuk mencapai kehendak bersama. Misalnya berkaitan dengan ekonomi rakyat, soliditas masyarakat dengan membeli produk UMKM masyarakat Indonesia sendiri. Sehingga bisa mengimimalisir konsumsi produk impor bisa dan penghasilan masyarakat juga bisa meningkat.
Dia menambahkan, masyarakat yang solid dan berdaya menjadi tanda peradaban yang maju. Majunya peradaban bukan sekadar masyarakatnya memiliki keahlian dan wawasan, tetapi juga memiliki visi dan misi yang sama. Juga ada komunikasi efektif antar sesama anggota masyarakat, kemauan bekerja sama dan rasa tanggung jawab bersama. Selain itu juga mendukung kemajuan bersama. Dan terpenting adalah berupaya melakukan adaptasi dengan perubahan bersama-sama.
“Kita tahu bahwa masyarakat yang solid dan berdaya membawa majunya peradaban. Bahwa majunya peradaban bukan hanya karena anggotanya memiliki keahlian, wawasan, selain visi dan misi bersama. Terpenting adalah kita berupaya untuk melakukan adaptasi dengan perubahan secara bersama-sama. Itulah esensi gotong royong, yang sebenarnya sudah menjadi milik bangsa Indonesia,” tambah Teti.
Teti juga menyampaikan bahwa soliditas masyarakat yang membawa kemajuan peradaban bagi masyarakat selalu berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan manusianya.
Bagi Teti, inilah alasan utama dari para pendiri bangsa untuk mendirikan Republik Indonesia. Masyarakat Indonesia harus solid bersatu, untuk membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang beradab dan agar rakyatnya hidup bahagia.
Di bagian akhir, panitia berharap agar masyarakat bisa mengimplementasikan semua materi dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut. (*)
