Sekolah Rakyat: Strategi Pemerintah Putus Mata Rantai Kemiskinan Antar Generasi

Jakarta, BercahayaNews.com – Pemerintah Indonesia terus melakukan terobosan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem yang masih melanda jutaan keluarga di berbagai pelosok negeri. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan secara masif adalah program Sekolah Rakyat, sebuah konsep pendidikan berasrama gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini diyakini mampu menjadi game changer dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini diwariskan secara turun-temurun dari orang tua ke anak.

🎓 Pendidikan Gratis, Asrama Nyaman, dan Kurikulum Kemandirian

Sekolah Rakyat akan hadir dalam bentuk sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA. Anak-anak akan tinggal dan belajar dalam satu lingkungan yang kondusif, aman, dan sepenuhnya dibiayai negara.

Fasilitas yang disiapkan meliputi:

  • Pendidikan gratis 100%

  • Asrama lengkap dengan makan, seragam, dan perlengkapan sekolah

  • Kurikulum yang tidak hanya menekankan akademik, tapi juga keterampilan hidup dan kewirausahaan

  • Pendampingan intensif oleh guru dan pengasuh

Setiap sekolah nantinya dapat menampung hingga 1.000 siswa, dengan target pembangunan mencapai 100–200 sekolah hingga tahun 2026.

Program ini digagas oleh Kementerian Sosial RI dan didukung penuh oleh berbagai kementerian seperti Kemendikbud, Kemenkeu, Bappenas, serta pemerintah daerah. Bahkan, perguruan tinggi akan dilibatkan untuk menyusun kurikulum dan pelatihan guru.

Menariknya, pendanaan program tidak hanya bersumber dari APBN, melainkan juga didukung dana CSR dari perusahaan swasta dan BUMN yang jumlahnya ditaksir bisa mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

“Kita ingin anak-anak dari keluarga paling miskin sekalipun punya harapan masa depan. Sekolah Rakyat ini bukan tempat untuk mengasihani, tapi untuk memberdayakan,” ungkap Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam sebuah pernyataan di Jakarta.


 Uji Coba dan Lokasi Awal

Uji coba program ini telah dilakukan di beberapa lokasi sejak awal 2025. Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bahkan telah siap membuka dua sekolah rakyat pertamanya di Denanyar dan SKB Mojoagung pada tahun ajaran baru mendatang.

Pembangunan sekolah serupa juga sedang dipersiapkan di berbagai titik prioritas, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).


 Tantangan: Stigma dan Keberlanjutan

Meski menuai banyak harapan, tidak sedikit pihak yang mengkritik konsep ini. Beberapa akademisi dan pemerhati pendidikan khawatir sekolah ini akan menciptakan segregasi sosial baru, karena hanya diperuntukkan bagi anak-anak miskin.

Selain itu, keberlanjutan dana dan kualitas tenaga pengajar juga menjadi sorotan penting yang harus dijawab oleh pemerintah agar program ini tidak hanya besar di awal, tapi juga bertahan dalam jangka panjang.

Baca informasi selengkapnya di:
👉 https://www.bercahayanews.com/

Exit mobile version